Mataram, GONTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) resmi meresmikan Centralized Command Center sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sistem kelistrikan yang terintegrasi, responsif, dan berbasis teknologi.
Peresmian dilaksanakan pada 10 September 2026 di ruang Centralized Command Center yang berada di lingkungan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) NTB.
Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi PLN dalam meningkatkan efektivitas monitoring, koordinasi, dan pengendalian operasional kelistrikan melalui pemanfaatan data dan informasi secara terpusat.
Peresmian Centralized Command Center UIW NTB dilakukan oleh Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri bersama Executive Vice President Operasi Distribusi Sugeng Widodo dan General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli, serta jajaran manajemen PLN Pusat.
Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pengelolaan informasi operasional yang mendukung koordinasi antarunit, sehingga informasi mengenai kondisi sistem dapat diterima dan diteruskan secara lebih cepat kepada unit terkait untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, mengatakan Centralized Command Center tidak hanya menjadi representasi transformasi teknologi, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan dan respons operasional.
“Centralized Command Center bukan hanya mengenai fasilitas dan teknologi, tetapi bagaimana data dan informasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan respons operasional yang lebih cepat, tepat, dan terukur. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, kami berharap koordinasi antarunit semakin efektif dan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan,” ujar Arsyadany.
Untuk memastikan fungsi tersebut berjalan secara berkesinambungan, Centralized Command Center UIW NTB didukung 28 pegawai Centralized Command Center dan 8 pegawai callback. Sebanyak 36 personel tersebut menjalankan fungsi masing-masing dalam 4 shift dengan pola 3 shift bertugas dan 1 shift libur. Pola operasional ini memungkinkan aktivitas monitoring, penerimaan informasi, koordinasi, serta callback berlangsung secara berkelanjutan, sehingga setiap informasi maupun kondisi sistem yang memerlukan tindak lanjut dapat segera diterima, dikoordinasikan, dan diteruskan kepada unit terkait.
Manager PLN UP2D NTB, Faris Fitrianto, menjelaskan bahwa Centralized Command Center memperkuat fungsi pengaturan distribusi melalui integrasi informasi, sistem, dan kesiapan sumber daya manusia.
“Kami melihat Centralized Command Center sebagai penguatan proses kerja, bukan sekadar penambahan fasilitas. Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, personel yang kompeten, serta pola kerja shift yang terstruktur, kami dapat mempercepat alur informasi dan koordinasi sehingga setiap kondisi operasional dapat ditindaklanjuti secara tepat dan terukur,” ujar Faris.
Melalui Centralized Command Center, PLN UIW NTB terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan sistem kelistrikan dengan mengintegrasikan data, teknologi, dan sumber daya manusia dalam satu mekanisme kerja.
Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas monitoring kondisi sistem, mempercepat koordinasi antarunit, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan informasi operasional yang lebih terukur. Dengan demikian, keberadaan Centralized Command Center menjadi salah satu upaya PLN UIW NTB dalam meningkatkan keandalan dan responsivitas layanan kelistrikan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Sejalan dengan penguatan sistem tersebut, General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menegaskan bahwa Centralized Command Center merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan tata kelola kelistrikan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi.
“Peresmian Centralized Command Center menjadi momentum penting bagi PLN UIW NTB untuk memperkuat pola kerja yang terintegrasi dan berbasis data. Dengan dukungan 28 personel Centralized Command Center, 8 personel callback, serta sistem kerja 4 shift, kami ingin memastikan informasi dapat dikelola secara cepat, koordinasi berjalan efektif, dan setiap kebutuhan operasional mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Pada akhirnya, seluruh upaya ini kami arahkan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, responsif, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujar Yondri. ***















