Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Selasa, 8 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mataram, GO NTB — Gaji kalah saing dengan Kepala Dusun (Kadus) di daerah lain di Pulau Lombok, para Kepala Lingkungan (Kaling) di Kota Mataram mendatangi kantor DPRD Kota Mataram untuk menyampaikan keluh kesah. Mereka menuntut kejelasan status sekaligus kenaikan insentif yang dinilai sudah tidak relevan dengan tingginya biaya hidup di perkotaan.

 

Perwakilan Kepala Lingkungan Getap Barat, Badri, secara terbuka mengungkapkan rasa minder rekan-rekannya sesama Kaling. Menurutnya, besaran insentif yang mereka terima saat ini kalah jauh jika dibandingkan dengan penghasilan Kadus di kabupaten lain wilayah Pulau Lombok.

Baca Juga:  Dinkes Lobar Berikan Peringatan Tertulis Kepada Dapur MBG Kasus Keracunan Santri di Lembar

 

Padahal, kata Badri, beban kerja seorang Kepala Lingkungan di Kota Mataram sangat tinggi dan menuntut pelayanan masyarakat tanpa batasan waktu (24 jam). Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup perkotaan, para Kaling berharap insentif mereka bisa dinaikkan hingga setara Upah Minimum Regional (UMR) Kota Mataram.

 

“Bukan tanpa alasan kami menuntut ini. Kebutuhan hidup di kota terus meningkat, sementara tugas melayani masyarakat tidak mengenal batas waktu,” ujar Badri.

Baca Juga:  Dapat Dukungan Cabor dan Ketua Koni Kabupaten/Kota, Mori Hanapi Resmi Daftar Calon Ketua KONI

 

Selain masalah kesejahteraan dan kesetaraan insentif, Badri juga menyuarakan desakan agar Pemerintah Kota Mataram segera membuka pemekaran lingkungan. Ia menyebutkan, saat ini banyak Kepala Lingkungan yang kewalahan karena harus membawahi dan melayani warga yang jumlahnya mencapai 500 hingga 1.000 Kepala Keluarga (KK) dalam satu wilayah.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Komunikasi Kepala Lingkungan (Fokal), Erwin Jayadi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengkomunikasikan berbagai tuntutan dan aspirasi para anggotanya kepada pemerintah.

Baca Juga:  Semarak HUT RI ke - 80, Ribuan Siswa Lombok Barat Meriahkan Gerak Jalan Indah

 

Erwin berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah berupa kenaikan insentif dari nominal yang diterima saat ini. Meskipun ia menyadari bahwa merealisasikan insentif setara UMR mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi keuangan daerah, namun penyesuaian angka tetap dinilai mendesak mengingat besar dan beratnya tanggung jawab yang diemban oleh para Kepala Lingkungan di garda terdepan pelayanan publik.

Berita Terkait

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terbaru