Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, GO NTB – Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudera, yang menyebut bahwa wisatawan kini lebih memilih tempat tongkrongan (kafe/tempat nongkrong) daripada destinasi wisata unggulan, menjadi sorotan dari Fraksi Partai PKS DPRD Kota Mataram.

Fraksi PKS secara tegas mempertanyakan langkah-langkah nyata dan strategi yang disiapkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) dalam menghadapi fenomena penurunan kunjungan tersebut.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyayangkan sikap pasrah Dinas Pariwisata. Menurutnya, alih-alih menjadikan tren tempat tongkrongan dan efisiensi sebagai alasan menurunnya kunjungan, Dinas Pariwisata seharusnya bisa belajar dari daerah lain dalam mengemas ruang publik.

Baca Juga:  Pj Sekda Lobar Lantik Pejabat Disdukcapil, Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

“Coba tiru daerah lain. Taman kotanya dibuat tematik, jadi taman itu tidak hanya tempat nongkrong, tetapi juga memiliki nilai edukasi,” ujar Ismul Hidayat, memberikan Sabtu, 5 September 2026.

Ia bahkan memberikan contoh nyata bagaimana mengoptimalkan ruang publik yang ada di Kota Mataram. Ismul menyebutkan ada ratusan sekolah PAUD di Kota Mataram yang bisa digandeng melalui kerja sama lintas instansi antara Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan.

“Sebenarnya tinggal kerja sama Dispar dan Disdik untuk menghidupkan wisata taman kota,” Ujar Ismul.

Sementara itu terkait kalender event saat ini tidak ada, Ismul mendorong Dispar mengoptimalkan potensi wisata masuk dalam kalender event sebagai infromasi publik kegiatan pariwisata di kota Mataram.

Baca Juga:  Koalisi Pemuda NTB Desak Percepatan IPR, Pemprov Janjikan Verifikasi dan Perda Pertambangan Rakyat

“Kita pernah punya kalender waktu, waktu anggaran banyak,” Terangnya.

Senada dengan ketua fraksi, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Baiq Zuhar Parhi, melontarkan kritik yang lebih menohok terkait kapasitas kepemimpinan di dinas terkait. Ia menilai seorang Kepala Dinas Pariwisata seharusnya memiliki pemahaman mendalam mengenai strategi pengembangan pariwisata yang adaptif dan solutif.

“Harusnya Kadis Pariwisata itu paham bagaimana mengembangkan pariwisata, membuat event-event yang layak dijual ke wisatawan, baik lokal maupun domestik,” tegas Baiq Zuhar.

Ia juga menyoroti kondisi riil di lapangan, salah satunya kawasan wisata Loang Baloq yang dinilai semakin tidak terurus akibat lemahnya penataan.

Baca Juga:  DPRD Kota Mataram Ingatkan Pemkot Dampak Pergeseran Pusat Ekonomi Ke Selatan 

“Coba kita lihat, jalan sepanjang Loang Baloq tertutup sama pedagang kaki lima (PKL) sehingga terlihat kumuh dan jorok,” keluhnya.

Secara kelembagaan, Fraksi PKS mendesak Dinas Pariwisata Kota Mataram agar tidak tinggal diam melihat lesunya sektor pariwisata. Mereka mempertanyakan grand design dan program kerja nyata Dinas Pariwisata dalam upaya menarik kembali minat wisatawan, baik lokal maupun domestik, untuk berkunjung ke destinasi-destinasi resmi di Kota Mataram, alih-alih membiarkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata terus merosot.

Berita Terkait

Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak
MRLL Simpang 4 Rembiga Dievaluasi, Pemkot Mataram Tetap Terapkan Satu Arah di Jalan Dakota dan Adisucipto
Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028
Musorprov XIII KONI NTB Hangat, Pendukung Pakai Rompi Orange, Mori Hanafi: Pertanda Organisasi Ini Strategis
Aksi Bersih Pantai Senggigi, DPC Demokrat Lombok Barat Dorong Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Jumat, 4 September 2026 - 19:23

Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Selasa, 1 September 2026 - 20:30

40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:48

Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak

Berita Terbaru

Go Religi

7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:34