Pembatasan Kuota untuk Kenyamanan Pendaki

Kamis, 10 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman menyatakan pembatasan jumlah pendaki dilakukan untuk menghindari Gunung Rinjani seperti pasar yang menimbulkan ketidaknyaman para pendaki.


“Bila ada keinginan untuk menambah kuota maka harus dilakukan kajian ulang,” katanya, Kamis 10 April 2025 menanggapi keinginan warga dan pelaku wisata yang menginginkan penambahan kuota pendakian di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu

Baca Juga:  Baznas NTB Diminta Bantu Entaskan Kemiskinan Ekstrim


Menurut Yarman, penetapan kuota sebanyak 700 orang yang dibagi dalam 6 jalur pendakian ke Gunung Rinjani didasarkan pada hasil kajian.


“Penetapan kuota didasarkan pada kenyamanan dan keselamatan para pendaki,” katanya.


Diharapkan, dengan pengunjung merasa nyaman saat berada di Gunung Rinjani maka pengunjung akan datang kembali.

Baca Juga:  PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal


Saat ini, kata Yarman pihaknya tidak lagi ingin bicara tentang banyaknya jumlah pengunjung ke Gunung Rinjani tapi lebih kepada kualitas dan kenyamanan pengunjung yang datang ke Gunung Rinjani.


Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi. Ia menginginkan agar para pengunjung TNGR merasa aman dan nyaman sehingga mereka ingin balik lagi.

Baca Juga:  NTB Siap Cari Pasar Baru


Menurut Sekda, sebagai wisata kelas dunia maka kualitas prasarana di kawasan TNGR harus diperhatikan termasuk puskesmas, SDM dengan kemampuan bahasa inggris serta peningkatan kedaruratan bagi porter. ***

Berita Terkait

Tekan Kenakalan Pemuda, DPRD Mataram Desak Peningkatan Patroli dan Edukasi di Sekolah
Gandeng Masyarakat dan Pelaku Usaha, Kapolda NTB Pasok Air Bersih dan Urai Masalah Gili Trawangan
Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan
Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!
Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:01

Tekan Kenakalan Pemuda, DPRD Mataram Desak Peningkatan Patroli dan Edukasi di Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 14:46

Gandeng Masyarakat dan Pelaku Usaha, Kapolda NTB Pasok Air Bersih dan Urai Masalah Gili Trawangan

Kamis, 10 September 2026 - 14:49

Bea Cukai Mataram Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,2 Miliar Hasil 290 Penindakan

Kamis, 10 September 2026 - 11:25

Orasi Perdana Ketua Pemuda NWDI Lobar: Jangan Ada Lagi OKP yang Dianak-tirikan!

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Berita Terbaru