Kisah dan Hikmah Pemimpin yang Merakyat

- Reporter

Jumat, 19 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Ilustrasi

Ilustrasi

GONTB – SUATU ketika Khalifah Umar bin Khatab menerima bingkisan kue-kue dari seorang pejabat. Saat menerima bingkisan itu, Umar bin Khatab bertanya kepada utusan pejabat itu: “Apa ini?

Utusan itu menjawab: “Kue yang biasa dibuat oleh penduduk Azerbeijan, dan sengaja dikirim untuk Anda dari ‘Atabah bin Farqad [Gubernur Azerbaeijan].”

Setelah mengetahui asal bingkisan itu, Umar bin Khatab mencicipinya, dan ternyata enak rasanya, maka beliau pun bertanya kepada utusan itu: “Apakah seluruh kaum Muslimin di sana menikmati makanan seperti ini?”

Dijawab oleh utusan itu: “Tidak. Makanan itu hanya bagi golongan-golongan tertentu saja.”

Mendengar jawaban dari utusan gubernur Azerbeijan itu, Umar bin Khatab menutup kembali wadah penganan kemudian dikatakannya:”Dimana untamu? Bawalah barang kiriman ini dan kembalikan kepada ‘Atabah serta sampaikan pesan Umar kepadanya Takutlah kepada Allah, dan kenyangkanlah kaum Muslimin lebih dahulu dengan makanan yang biasa kamu makan.

Baca Juga:  Berjalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Berapa Kilo Meter Jaraknya ?

Umar bin Khatab adalah seorang pemimpin yang memikul tanggung jawab menurut pola istimewa, yang memberikan pelajaran kepada ummat tentang amanat atau kepercayaan atau teladan dalam menunaikan kewajibannya.

Pola tersebut diterapkannya pada dirinya, pada rakyat dan kerabatnya, pada rakyatnya baik yang kuat maupun yang lemah, juga terhadap para pegawai dan para pembesarnya, serta terhadap kenyataan ummat.

Umar bin Khatab yang memiliki kehalusan hati nuraninya dan peka terhadap lingkungannya, pernah dilukiskan dalam falasafahnya, katanya: ” Mana mungkin saya dapat menaruh perhatian terhadap keadaan ummat, jika saya sendiri tidak merasakan penderitaan yang mereka derita.”

Baca Juga:  Keistimewaan Hari Jumat

Perhatian Umar bin Khatab kepada ummat demikian besarnya, hingga pada suatu waktu kaum Muslimin ditimpa kekurangan daging dan minyak samin, Amirul Mukminin menggunakan minyak biasa sebagai campuran bahan makanannnya, meskipun perutnya merasa merintih, dan beliau berkata: “Kamu harus membiasakan makan minyak goreng ini hai kawan, selama minyak samin harganya melangit.”

Ketika terjadi tahun peceklik, yaitu tahun kelaparan yang banyak menelan jiwa di kota Madinah, Amirul Mu’minin memerintahkan untuk menyembelih binatang ternak dan membagi-bagikannya kepada para penduduk.

Pada pemotongan hewan ternak para petugas potong memilih bagian-bagian yang paling digemarinya untuk dipersembahkan kepada Umar bin Khatab.

Di saat Amirul Mukminin hendak bersantap, dilihatnya telah tersaji punuk unta dan hatinya-bagian anggota yang paling enak-, maka beliau berujar: Dari mana ini?” “Dari hewan yang disembelih hari ini,” jawab mereka.

Baca Juga:  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Mencintai Nabi Sepenuh Hati

Mendengar jawaban itu, Amirul Mu’minin menggeser sajian itu dengan tangannya, seraya berkata: “Tidak…tidak!” Selanjutnya berujar: “Saya akan menjadi “PEMIMPIN” yang terjelek seandainya saya memakan daging yang empuknya, dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk orang lain.”

Kemudian Amirul Mu’minin memanggil pelayannya Aslam, seraya berkata:”Angkatlah piring ini dan ambilkan saya roti dengan minyak biasa.”

Demikian, sekelumit kisah keteladanan kepemimpinan Umar bin Khatab, yang melukiskan jiwa bertanggung jawab, dan memandang dirinya sebagai manusia biasa di tengah-tengah manusia lainnya serta merakyat. Wallahu a’lam bish showab.

Selamat membaca, Semoga bermanfaat.

Sumber:
SKJ 193 Rab. 1418H.

Berita Terkait

Jangan Lewatkan! Inilah 5 Keutamaan Sedekah Jumat
Nasehat Kematian
Jendela Dunia, Aswan Nasution: Membaca
7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits
Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Mencintai Nabi Sepenuh Hati
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Indonesia Ditengah Hantaman Badai Korupsi
Makna Sebuah Do’a yang Mustajab

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:26

Jangan Lewatkan! Inilah 5 Keutamaan Sedekah Jumat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58

Nasehat Kematian

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26

Jendela Dunia, Aswan Nasution: Membaca

Jumat, 4 September 2026 - 12:34

7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:40

Kenapa Harus Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Berita Terbaru

Go Religi

Jangan Lewatkan! Inilah 5 Keutamaan Sedekah Jumat

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:26

Go Teknologi

Manfaat Belajar Komputer

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:40

Go Teknologi

Belajar Komputer Untuk Pemula: Cara Dasar dan Manfaat

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:40