Penulis: Aswan Nasution, Penasihat Pengurus PW Al-Washliyah Provinsi NTB
GONTB – Ulama, Tokoh dan Cendekiawan Muslim Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Tgh. Lalu Ahmad Suparlan, MA, lahir di Kopang, Lombok Tengah.
Tgh. Lalu Ahmad Suparlan merupakan Ketua pertama Pimpinan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah didirikan Al-Washliyah tahun 1996. Beliau wafat tahun 2014 di Kopang – Lombok Tengah – NTB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tgh. Lalu Ahmad Suparlan adalah alumni Universitas Al-Azhar Cairo tahun 1965. Ia mengatakan, ” telah banyak mendengar dan mengenal organisasi Islam Al-Jam’iyatul Washliyah ini ketika masih berada di Kota Cairo-Mesir, sedang melanjutkan studi di Universitas Al-Azar.”
Dimana, ia sebagai aktivis mahasiswa tentu selalu bersama mahasiswa lainnya dari berbagai negara termasuk mahasiswa dari Indonesia terkhusus dari Medan – Sumatera Utara, terbilang sangat banyak pelajar yang berasal dari alumni Madrasah Al-Washliyah.
Tgh. Lalu Ahmad Suparlan, juga menyebut nama-nama Ustadz H. Abdul Majid Siraj dan Tgk.H.Thabrani Arumy adalah utusan dari Madrasah Al-Washliyah, juga menyebut H. Ahmad Azhar Basyir yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah. Ini semua katanya adalah teman-teman seangkatan bersama belajar di Universitas Al-Azhar Cairo – Mesir.
Ada kesan lain, Tgh. Lalu Ahmad Suparlan mengungkapkan dalam satu kesempatan dimana dia mendapatkan undangan kehormatan atas nama tokoh agama Nusa Tenggara Barat, dari Ketua Umum PB. Al-Washliyah H.M. Ridwan Lubis, untuk menghadiri perhelatan akbar dalam rangka Ulang Tahun Al-Washliyah ke 66 (30 Nopember 1996) bertempat di Lapangan Merdeka Medan.
Ada sisi lain, sangat dahsyat dapat dirasakan sendiri dari Tgh. Lalu Ahmad Suparlan, ketika menyaksikan secara langsung lautan masa, jamaah, anggota Al Washliyah begitu antusias hadir di lapangan merdeka Medan.
Menurut Tgh. Ahmad suparlan bahwa, “hal ini menunjukan kecintaan mereka kepada Al-Washliyah sangat luar biasa. Apalagi pada acara HUT Al-Washliyah ke- 66 terbilang istimewa dimana hadirnya Wakil Presiden Republik Indonesia H. Try Sutrisno didampingi H. Tarmidzi Tahir sebagai Menteri Agama RI. ketika itu.”
Lebih lanjut, Tgh. Lalu Ahmad Suparlan pernah mengatakan, “Keyakinannya bahwa organisasi Islam Al-Jam’iyatul Washliyah yang didirikan dan diwariskan para ulama dah tokoh Al-Washliyah terdahulu memang memiliki magnet yang kuat pengaruhnya pada masyarakat Kota Medan-Sumatera Utara.
Tidak hanya sampai disitu, menurut Tgh. Lalu Ahmad Suparlan, “Tumbuh dan berkembangnya suatu organisasi Islam di Indonesia adalah merupakan keniscayaan di negeri ini, karena keberadaan organisasi dimaksud bukanlah untuk bersaing, bertanding tetapi adalah bersanding, berkolaborasi guna mencapai tujuan yang sama mengembangkan pendidikan dan dakwah, sosial.
Walaupun mereka membawa berbagai macam corak, dan ciri-cirinya masing-masing, namun semuanya bisa saling berbagi semangat pada tujan yang sama, untuk memperbaiki umat, mencerdaskan anak bangsa untuk kemajuan dan kesehjeteraan umat baik dunia maupun akhirat.
Di sisi lain, Al-Washliyah dalam urutannya adalah berskala nasional sejajar dengan Muhammadiyah (1912) yang memperkenalkan tajdid dengan corak modernisasi dan Nadhlatul Ulama (1926) menjaga sanad ulama dan tradisi.
Al-Washliyah (1930), bergerak dalam amar makruf nahi mungkar, menjunjung tinggi azas persaudaraan, silaturrahim, namun menganut prinsip moderasi dalam beragama sejalan dengan tujuan awal berdirinya Al-Washliyah.
Al-Washliyah dan Nadhlatul Wathan di Lombok
Selain itu, juga Tgh. Ahmad Suparlan, menjelaskan Al-Washliyah di Lombok tidaklah asing pasalnya sejak TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid pendiri Nahdlatul Wathan ini, sudah mengenal Ustadz H. Adnan Lubis (tokoh Al-Washliyah). Karena dua tokoh penting ini satu guru di Madrasah as-Syaulatiyyah di Kota Mekkah Al-Mukaramah.
Akhirnya, untuk merajut kembali silaturrahim ini, berharap tidak hanya sampai sebatas persahabatan kedua tokoh itu, tetapi hendaknya dapat dilanjutkan pula oleh para kader-kader Al-Washliyah dan Nadhlatul Wathan, dapat berkolaborasi.” harap Tgh. Ahmad Suparlan.
“Nashrun minallahi wa fathun qariib wabasysyiril mu’minin” Majulah Washliyah Dari Zaman Berzaman”. ***
Penulis : Aswan Nasution
Editor : Dedi Suhadi
Sumber Berita: Liputan GONTB














