Desa Semparu Kopang: MBG dan Magot

- Reporter

Rabu, 3 Desember 2025 - 06:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magot.

Magot.

Lombok Tengah, GONTB – Setelah mampu mengelola sampah lewat inseminator dan memanfaatkan sampah organik untuk biogas, Kepala Desa Semparu Lalu Ratmaji Hijrat kembali membuat gebrakan dengan budidaya magot.

Sebagaimana diketahui, magot menjadi salah satu elemen yang mampu meningkatkan produktivitas ternak unggas dan ikan karena kandungnan proteinnya yang tinggi. Apalagi, dalam memelihara magot tidak perlu memusingkan pakannya, cukup sampah organik.

Dengan adanya pemilahan sampah organik, kata Kades  Ratmaji kebutuhan pakan magot yang mencapai 1,2 kwintal  perhari untuk satu lajur biopon bisa terpenuhi.

“Kami ada tiga lajur biopon. Jadi, dalam sehari butuh sampah organik sekitar 3,6 kwintal,” katanya beberap waktu lalu.

Kebutuhan sampah organik tersebut, jelas Kades Ratmaji selain terpenuhi dengan pengambilan sampah dari pasar dan warga juga ada dari dapur makanan bergizi gratis (MBG).

“Saat ini ada tiga dapur MBG yang sampahnya kami kelola. Masih ada beberapa dapur MBG  yang sudah minta tapi belum bisa kami terima karena satu dan lain hal,” katanya.

Yasin, pengelola magot mengaku sejak adanya sampah  dari dapur MBG, panen magot bisa dipercepat.

Baca Juga:  Kemkomdigi Tekankan Pentingnya Literasi Digital untuk Penggunaan AI yang Bijak

“Kalau menggunakan sampah organik biasa magot dapat dipanen di umur 14 hari. Tapi kalau makanan magotnya dari sampah MBG, umur 8 hari sudah bisa dipanen,” katanya.

Dengan adanya sampah dari dapur MBG, kata Yasin dapat meningkatkan produksi magot. Sayangnya, peningkatan produksi magot tersebut belum mampu memenuhi pesanan magot dari peternak unggas, petani ikan dan pemancing.

“Sekarang ada yang pesan 50 kilogram. Magot yang ada di biopon akan habis dan kami harus kembali memenuhi pesanan peternak lainnya,” katanya.

Saat ini, kata Yasin pihaknya belum bisa memenuhi pesanan dari peternak yang mencapai 10 kilo perhari.

Baca Juga:  Ikan Lokal Penting? Pesan Strategis Menggema di Fish Cooking Festival 2025

“Kalau produksi sudah bisa ditingkatkan lagi, kami akan MoU dengan peternak untuk pemenuhan magot 10 kg perhari,” katanya.

Meski sudah berhasil membudidayakan magot dan bisa memenuhi sebagian  pesanan magot, Kades Lalu Ratmaji merasa sedih karena pihak pemerintah Desa Semparu belum bisa mengembangkan peternakan unggas.

“Kami ingin juga mengembangkan peternakan unggas dengan memanfaatkan magot sebagai salah satu pakannya. Kami yang produksi magot tapi kami belum bisa kembangkan peternakan,” ucapnya. ***

Penulis : Dedi Suhadi

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Bumi 2026! PLN Lakukan Penanaman 4.000 Bibit Mangrove di Desa Sugian
Mi6 Dukung Perpres No 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Lahan Sawah : Data Harus Rapi, Daerah Jangan Dibelenggu
PLN Pastikan Kelistrikan Idulfitri 1447 H Andal, Pelaksanaan Salat Id Berlangsung Aman dan Khidmad
Alas Tetap Wilayah Sumbawa, Warga Keluhkan Minim Perhatian dan Tingginya Harga Kebutuhan Pokok
GM PLN UIW NTB Pimpin Apel Siaga dan Cek Peralatan Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Jelang Arus Mudik, Polda NTB Cek Keamanan Terminal Mandalika dalam Ops Ketupat Rinjani 2026
Hadapi Musim Mudik 2026, ASDP Lembar Siagakan 19 Kapal
Kapolda NTB Lantik AKBP Mubiarto Banu Kristanto sebagai Kapolres Bima Kota
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:43 WITA

Hari Bumi 2026! PLN Lakukan Penanaman 4.000 Bibit Mangrove di Desa Sugian

Rabu, 8 April 2026 - 19:33 WITA

Mi6 Dukung Perpres No 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Lahan Sawah : Data Harus Rapi, Daerah Jangan Dibelenggu

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:52 WITA

PLN Pastikan Kelistrikan Idulfitri 1447 H Andal, Pelaksanaan Salat Id Berlangsung Aman dan Khidmad

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:06 WITA

Alas Tetap Wilayah Sumbawa, Warga Keluhkan Minim Perhatian dan Tingginya Harga Kebutuhan Pokok

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:18 WITA

GM PLN UIW NTB Pimpin Apel Siaga dan Cek Peralatan Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Berita Terbaru

Go Kesehatan

Tujuan Program KB: Ciptakan Keluarga Bahagia Berkualitas

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53 WITA