Menko PMK: Perpanjangan Tanggap Darurat Diperlukan demi Pemulihan Sumatra

Jumat, 26 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan pemulihan pascabencana tiga provinsi Sumatra di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Kementerian Komdigi di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025). (Foto: InfoPublik)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan pemulihan pascabencana tiga provinsi Sumatra di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Kementerian Komdigi di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025). (Foto: InfoPublik)

Banda Aceh, GONTB — Pemerintah menegaskan komitmen percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh dengan tetap membuka ruang perpanjangan status tanggap darurat di sejumlah daerah demi memastikan fleksibilitas penanganan dan keselamatan warga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, hingga saat ini masih terdapat 11 kabupaten yang akan memperpanjang status tanggap darurat.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah memiliki keleluasaan dalam mobilisasi sumber daya, percepatan layanan, dan distribusi bantuan.

“Perintah Presiden sangat jelas dan tegas. Seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, bersama relawan dan organisasi kemasyarakatan harus bekerja keras secara sinergis, bukan hanya untuk logistik jangka pendek, tetapi juga memulihkan kehidupan ekonomi warga,” tegas Pratikno, saat ditemui media di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga:  Fauzan Khalid Minta ATR/ BPN Pantau MoU Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf 

Dalam rapat evaluasi bersama pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polisi), serta BUMN seperti Bulog, Pertamina, dan PLN, pemerintah menilai konektivitas wilayah terdampak menunjukkan perkembangan positif.

Meski demikian, masih terdapat desa-desa yang terisolir. Pemerintah akan menambah personel dan armada untuk menjangkau kampung-kampung, memastikan distribusi logistik tidak hanya beras, tetapi juga LPG, BBM, dan kebutuhan pokok lain.

Menariknya, distribusi logistik juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Pesawat yang mengangkut bantuan ke wilayah terdampak dimanfaatkan untuk membawa produk lokal kembali ke kota-kota besar, seperti Medan dan Jakarta, yang kemudian diserap oleh Kementerian Pertanian. Skema ini diharapkan membantu pemulihan penghidupan warga.

Baca Juga:  Desa Berdaya: PLN Dorong Kemandirian Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Masyarakat Lombok Utara

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 5 Januari, pemerintah mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan. Sekolah-sekolah yang belum sepenuhnya pulih disiapkan melalui skema sekolah transisi atau sementara agar proses belajar-mengajar tetap berjalan.

Di sektor kesehatan, seluruh rumah sakit pemerintah di wilayah terdampak telah beroperasi, meski sebagian belum optimal. Ratusan puskesmas kembali aktif dan terus diperkuat melalui pembersihan, revitalisasi fasilitas, serta dukungan relawan tenaga kesehatan.

“Bantuan relawan dari perguruan tinggi sangat luar biasa, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga mahasiswa kedokteran tahap akhir. Ini sangat membantu layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” ujar Pratikno.

Baca Juga:  PLN Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran Bersama Damkar Mataram

Tentunya, Menko PMK Pratikno mengapresiasi kerja tanpa henti seluruh petugas di lapangan yang tetap bekerja selama libur Natal dan Tahun Baru. Alat berat terus dikerahkan untuk pembersihan kota, jalan, gang, hingga rumah warga.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan Panglima TNI, Kepala BNPB, dan Kapolri untuk penambahan personel guna mempercepat proses tersebut.

“Mari kita doakan dan dukung bersama agar Sumatra, khususnya Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, tidak hanya pulih seperti semula, tetapi bangkit menjadi lebih baik,” tutup Pratikno. ***

Sumber Berita: Info Publik

Berita Terkait

PLN Resmikan Centralized Command Center UIW NTB, Ini tujuannya
Perkuat Hak Pegawai, DPP SP PLN Gelar Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 di NTB
Al Washliyah NTB Masuk dalam Jajaran Pengurus Dewan Pertimbangan Al Washliyah Periode 2026 -2031
DPD Asphirasi Bali dan Nusra Tahun 2026 – 2028 Terbentuk! Ini Pengurusnya
PLN Circular Waste Initiative, Perkuat Gerakan Masyarakat Kelola Sampah dari Rumah
Swasembada Energi! PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT
P3K Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Guru Berstatus PTK Penuh Waktu Berkesempatan Jadi PNS
Pulihkan Listrik, PLN Kirim Tim Recovery ke Daerah Terpencil Terdampak Gempa di Flores NTT

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:42

PLN Resmikan Centralized Command Center UIW NTB, Ini tujuannya

Senin, 7 September 2026 - 06:18

Perkuat Hak Pegawai, DPP SP PLN Gelar Diklat Forum Advokasi Nasional Batch 3 di NTB

Rabu, 2 September 2026 - 18:48

Al Washliyah NTB Masuk dalam Jajaran Pengurus Dewan Pertimbangan Al Washliyah Periode 2026 -2031

Rabu, 2 September 2026 - 16:58

DPD Asphirasi Bali dan Nusra Tahun 2026 – 2028 Terbentuk! Ini Pengurusnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31

PLN Circular Waste Initiative, Perkuat Gerakan Masyarakat Kelola Sampah dari Rumah

Berita Terbaru