Petugas Bersama Masyarakat Berjibaku Padamkan Api di Bukit Anak Dara Rinjani

- Reporter

Selasa, 3 September 2024 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas bersama masyarakat masih berjibaku padamkan api di Bukit Anak Dara Rinjani. Foto (ist).

Petugas bersama masyarakat masih berjibaku padamkan api di Bukit Anak Dara Rinjani. Foto (ist).

GONTB – Pemadaman api di Bukit Anak Dara Rinjani, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, terus dilakukan petugas dibantu masyarakat. Kebakaran yang dimulai pada Sabtu malam (31/08/2024) meluas sehingga evakuasi paksa terhadap para pendaki yang bermalam di area tersebut harus dilakukan. 

Lalu Iskandar, Kasi Perlindungan dan KSDAE KPH Rinjani Timur, kepada awak media Selasa (3/9/2024) menyatakan, api pertama kali terlihat pada pukul 21.30 WITA pada Sabtu malam di puncak Bukit Anak Dara. Petugas yang mengetahui kejadian tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk melakukan evakuasi terhadap puluhan pendaki yang berada di lokasi.

Baca Juga:  Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri Polsek Ampenan Langsung Identifikasi

“Teman-teman yang melihat api langsung berkoordinasi dengan TNI Polri dan menuju TKP. Petugas kemudian melakukan evakuasi paksa terhadap seluruh pendaki Bukit Anak Dara. Jam 3 pagi baru sampai di bawah,” ungkap Iskandar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iskandar menambahkan, upaya pemadaman sangat sulit dilakukan karena medan yang terjal dan keterbatasan alat, sehingga petugas dan masyarakat hanya bisa menggunakan alat seadanya, termasuk memakai ranting pohon. Pemadaman dengan sekam bakar juga diterapkan untuk mencegah api menyebar ke pemukiman warga. 

Baca Juga:  Innalillahi!, PNS asal Lombok Utara ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Mataram

Hingga saat ini, luas area yang terbakar sudah mencapai 94 hektar dari total luas Bukit Anak Dara 1 dan 2. Dari jumlah itu lahan yang yang dikelola masyarakat mencapai 91 hektar lebih.

“Kami akan memperketat SOP bagi para pendaki, terutama dalam bermalam di Bukit Anak Dara agar kejadian serupa tidak terjadi,” ujarnya.

Ketua Pengelolaan Bukit Anak Dara, Handanil, menambahkan bahwa api awalnya diduga sebagai lampu, namun lama-kelamaan terlihat asap yang mengepul. Evakuasi harus dilakukan untuk memastikan para pendaki tidak panik, terutama di jalur Tanjakan Cinta yang terjal.

Baca Juga:  Kebakaran Rumah Warga di Dayen Pekan Ampenan, Polisi dan Damkar bergerak Cepat Padamkan Api

“Setelah dilakukan pengecekan, termasuk saat registrasi, tercatat pendaki berhasil dievakuasi dari dua jalur berbeda mencapai total 171 pendaki,” jelasnya.

Kebakaran di Bukit Anak Dara dikatakan Handanil, kebakaran setiap tahun terjadi karena rumput yang kering. Pihak pengelola sangat khawatirkan api merambat ke perkebunan dan pemukiman warga sehingga upaya pemadaman api masih dilakukan pengelola dan petugas. 

“Api masih belum dapat dipadamkan, kita gunakan alat seadanya. Semoga tidak sampai ke pemukiman termasuk perkebunan warga,” ucapnya.***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terseret Arus Sungai, Wanita Asal Mataram Hilang di Kekait
Kebakaran Alas Sumbawa, Satu Anggota Damkar Meninggal: Gubernur Perintahkan Langkah Darurat
Tukang Ojek Ditemukan Meninggal di Pasar Kebon Roek Ampenan
Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri Polsek Ampenan Langsung Identifikasi
Ditpolairud Polda NTB Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas dari Perairan Senggigi ke RS Bhayangkara
21 Rumah Terdampak, Warga Buat Tanggul Sementara
4 Tiang Listrik Roboh di Kuta, 30 Personel PLN Gerak Cepat Pulihkan Jaringan
Salah Paham Saat Sparing Futsal Picu Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 06:34 WITA

Terseret Arus Sungai, Wanita Asal Mataram Hilang di Kekait

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:01 WITA

Kebakaran Alas Sumbawa, Satu Anggota Damkar Meninggal: Gubernur Perintahkan Langkah Darurat

Senin, 16 Maret 2026 - 20:17 WITA

Tukang Ojek Ditemukan Meninggal di Pasar Kebon Roek Ampenan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:29 WITA

Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri Polsek Ampenan Langsung Identifikasi

Senin, 9 Maret 2026 - 08:47 WITA

Ditpolairud Polda NTB Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas dari Perairan Senggigi ke RS Bhayangkara

Berita Terbaru