Banjir Jabodetabek, Pemerintah Gerak Cepat Atasi

- Reporter

Kamis, 6 Maret 2025 - 05:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2025. Foto: BPMI Setpres

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2025. Foto: BPMI Setpres

Jakarta, GONTB – Pemerintah terus bergerak cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda wilayah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Berdasarkan keterangan resmi, Selasa (4/3/2025), Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, bahwa tenaga kebencanaan telah diterjunkan ke berbagai titik terdampak.

“Semua tenaga kebencanaan sedang ada di lapangan baik di Jatiasih, di Bekasi, maupun di Bogor dan beberapa tempat di Jakarta,” ujar Gus Ipul  di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (4/3/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penanganan itu, menurut Saifullah Yusuf, Kementerian Sosial (Kemensos) berfokus pada dua klaster yakni logistik dan lokasi penampungan. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDP) yang juga dalam koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pihaknya telah berkoordinasi dalam proses evakuasi warga terdampak.

Baca Juga:  Kabur dari Pemeriksaan, Penyebab Kecelakaan yang Tewaskan 7 WNI di Malaysia

“Semua sudah di lapangan dan tenaga-tenaga terlatih kita lihat semua juga sudah berusaha untuk mengevakuasi di tempat-tempat pengungsian yang disediakan maupun pengungsian secara mandiri,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan terhadap korban dan dampak dari bencana banjir tersebut. Menurut Mensos, data resmi terkait jumlah korban dan tingkat kerusakan masih dalam proses finalisasi.

“Sampai sekarang memang data belum final masih terus berkembang karena memang cukup luas ya banjir ini. Mohon nanti kita akan sampaikan kalau datanya sudah cukup menggambarkan situasi dan kondisinya,” katanya.

Di sisi bantuan, mensos menyampaikan bahwa Kemensos telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi kasur, bantal, obat-obatan, pakaian untuk ibu dan anak, serta makanan siap saji. Selain itu, dapur umum juga telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.

Baca Juga:  Gubernur NTB Minta Semua Pihak Bantu Korban Terdampak Banjir

“Jadi ada dapur umum yang sekarang sudah beroperasi. Salah satunya yang sudah beroperasi itu adalah di jatiasih, kerja sama pemerintah Kota Bekasi, pemerintah Kabupaten Bekasi dan juga dengan Kementerian Sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MBKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan, bahwa pihaknya terlibat dalam fase tanggap darurat dengan melakukan modifikasi cuaca.

Menurutnya, hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta BNPB.

“Kami tadi dikoordinasikan oleh Bapak Menko PMK bersama kepala BNPB. Dan kami BMKG akan melakukan modifikasi cuaca. Konsepnya adalah menghalangi atau apa ya, awan-awan yang harusnya bergerak, bertiup ke area yang rawan itu dijatuhkan sebelum masuk ke area rawan,” katanya.

Baca Juga:  Salah Paham Saat Sparing Futsal Picu Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari

Modifikasi cuaca, menurut Kepala BMKG rencananya dilakukan sampai beberapa hari ke depan untuk selanjutnya dievaluasi bersama dengan BNPB. Dwikorita pun meminta dukungan seluruh pihak agar modifikasi cuaca ini dapat mengurangi intensitas hujan khususnya di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

“(Siaga di wilayah) Jawa Barat, Banten, DKI, Lampung, termasuk sebagian Palembang, bahkan Bengkulu kena sedikit, seperti itu. Mohon doanya agar semuanya dapat termitigasi dan tidak ada korban jiwa,” kata Kepala BKMG. (IP)

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

21 Rumah Terdampak, Warga Buat Tanggul Sementara
4 Tiang Listrik Roboh di Kuta, 30 Personel PLN Gerak Cepat Pulihkan Jaringan
Salah Paham Saat Sparing Futsal Picu Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari
Angin Kencang dan Hujan Lebat Terjang Lombok Barat, Dua Kecamatan Terendam Banjir
Jalur Terlarang: Pendaki tewas usai terjatuh di jurang Gunung Rinjani
TPS di Ampenan Terbakar, Polisi Gerak Cepat Lakukan Pengamanan
Banjir Melanda Sekotong dan Labuapi, 1.440 KK Terdampak, 25 Jiwa Mengungsi
Innalillahi! Pelatih Sepak Bola Ditemukan Meninggal di Musholla SPBU
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:32 WITA

21 Rumah Terdampak, Warga Buat Tanggul Sementara

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:01 WITA

4 Tiang Listrik Roboh di Kuta, 30 Personel PLN Gerak Cepat Pulihkan Jaringan

Senin, 12 Januari 2026 - 14:37 WITA

Salah Paham Saat Sparing Futsal Picu Perkelahian Dua Dusun di Gunungsari

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:18 WITA

Angin Kencang dan Hujan Lebat Terjang Lombok Barat, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:26 WITA

Jalur Terlarang: Pendaki tewas usai terjatuh di jurang Gunung Rinjani

Berita Terbaru