Gede Pasek Soroti Tuntutan 18 Tahun untuk Nadiem: ‘Ini Bukan Penegakan Hukum, tapi Pembunuhan Karakter’

- Reporter

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Advokat yang juga  mantan anggota DPD RI Gede Pasek Suardika melontarkan kritik keras terhadap tuntutan jaksa dalam persidangan Nadiem Makarim. Ia menilai tuntutan 18 tahun penjara ditambah uang pengganti Rp5,6 triliun justru menunjukkan adanya nuansa emosional dan kepentingan kekuasaan, bukan murni penegakan hukum.

Menurut Gede Pasek, jika uang pengganti tidak dibayar dan diganti hukuman tambahan sembilan tahun penjara, maka total ancaman hukuman terhadap Nadiem mencapai 27 tahun. Ia menilai angka tersebut tidak proporsional dengan fakta-fakta yang muncul selama persidangan.

“Sejatinya ini bukan penegakan hukum. Ini cara JPU membunuh manusia pintar, pengusaha sukses yang mungkin saja dianggap mengganggu siklus kekuatan tertentu,” tulis Gede di akun medsosnya, Jumat (15/5).

Ia menyebut tuntutan jaksa terlihat lebih dilandasi rasa jengkel, amarah, dan emosi dibanding rasionalitas berdasarkan fakta persidangan.

Gede Pasek juga menyoroti posisi kuat Nadiem sebagai pendiri Gojek yang dinilai memiliki pengaruh besar secara politik, jaringan, hingga finansial.

Menurutnya, kekuatan tersebut dapat dipandang sebagai ancaman oleh pihak-pihak tertentu jika tidak dapat dikendalikan.

“Kekuatan Gojek secara politik sangat kuat, jaringan kuat, finansial kuat dan anggotanya banyak. Bagi kekuasaan manapun, kekuatan ini adalah ancaman jika tidak bisa ditundukkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan dampak besar yang dapat timbul jika figur-figur profesional dan sukses mulai takut masuk ke pemerintahan karena khawatir dikriminalisasi.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi membuat banyak lulusan berkualitas lebih memilih menjadi profesional di sektor swasta dibanding terlibat dalam pembangunan negara.

Baca Juga:  Atasi Kekurangan BBM, Menteri ESDM Minta SPBU Swasta Gandeng Pertamina

“Akibatnya negara ini akan dikelola oleh mereka yang tidak capable dan tidak punya visi progresif untuk kemajuan bangsa,” katanya.

Dalam pandangannya, kesalahan terbesar Nadiem saat menjabat menteri adalah karena dianggap mengganggu kenyamanan kelompok pengelola anggaran pendidikan yang selama ini telah mengakar kuat.

“Dia datang dengan gaya manajemen profesional yang merugikan emperium penguasa pengelola 20 persen dana pendidikan,” ujar Gede Pasek.

Ia juga mempertanyakan besarnya nilai uang pengganti yang dinilai jomplang dibanding kerugian yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.

“Banyak kasus korupsi yang lebih vulgar malah terjadi sebaliknya,” katanya.

Gede Pasek menilai kini seluruh perhatian tertuju kepada majelis hakim, apakah persidangan akan dijalankan secara substansial berdasarkan fakta sidang atau hanya menjadi formalitas belaka.

Baca Juga:  Hari Pertama GT World Challenge Asia 2026 Berjalan Sukses, PLN UIW NTB Pastikan Kelistrikan Andal

“Jika saya hakimnya, maka vonis bebas akan saya jatuhkan atau ketok. Sebab dalam hukum masih berlaku adagium: lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui dirinya hanya mengikuti jalannya persidangan dari berbagai pemberitaan media dan penjelasan jaksa penuntut umum. Namun dari rangkaian fakta yang ia cermati, terdapat sejumlah hal yang menurutnya masih meragukan.

“Dari puzzle tersebut terlihat banyak hal yang meragukan dan itu terungkap dari saksi-saksi yang sangat prudent,” katanya.

Ia menambahkan, dalam berbagai kasus korupsi selama ini ada perkara yang memang nyata terjadi, namun ada pula yang menurutnya dipaksakan untuk dikorupsikan.

“Disinilah fakta sidang harus dijadikan acuan utama,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ajang Internasional GT World Challenge Asia 2026 Berakhir Sukses, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Seluruh Area Sirkuit
Hari Pertama GT World Challenge Asia 2026 Berjalan Sukses, PLN UIW NTB Pastikan Kelistrikan Andal
Liga Siekas! PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Listrik
PLN UIW NTB Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Konservasi Penyu Mawil di Talonang Baru
Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025
Idulfitri Usai, PLN UIW NTB Pastikan Semangat Berbagi Terus Berlanjut untuk Masyarakat
Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:16 WITA

Gede Pasek Soroti Tuntutan 18 Tahun untuk Nadiem: ‘Ini Bukan Penegakan Hukum, tapi Pembunuhan Karakter’

Senin, 4 Mei 2026 - 06:55 WITA

Ajang Internasional GT World Challenge Asia 2026 Berakhir Sukses, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Seluruh Area Sirkuit

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:49 WITA

Hari Pertama GT World Challenge Asia 2026 Berjalan Sukses, PLN UIW NTB Pastikan Kelistrikan Andal

Jumat, 17 April 2026 - 16:52 WITA

Liga Siekas! PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Listrik

Selasa, 14 April 2026 - 17:44 WITA

PLN UIW NTB Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Konservasi Penyu Mawil di Talonang Baru

Berita Terbaru

Go Inspira

Dr. Riyan: Onthel dan Vespa Tua

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:05 WITA