Mataram, GONTB — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB mengajak pelaku usaha, pengelola pusat perbelanjaan, hotel, restoran, kawasan wisata, hingga pemilik lahan strategis untuk bermitra dalam penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) seiring semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyatakan lonjakan penggunaan kendaraan listrik di NTB mendorong kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang semakin besar.
“PLN tidak bisa bekerja sendiri menyediakan infrastruktur. Kami membuka peluang kemitraan dengan masyarakat, badan usaha dan pihak-pihak terkait layanan SPKLU,” katanya saat gelar media gathering, di Aula Kantor PLN UIW NTB. Selasa 23 Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sri Heny Purwanti, ada beberapa model kemitraan, salah satunya mitra menyediakan lahan di lokasi strategis, sementara PLN menyiapkan perangkat SPKLU beserta dukungan teknis dan operasional.
Skema ini, kata Sri Heny Purwanti mampu mempercepat penyebaran SPKLU sekaligus membuka investasi baru bagi pelaku usaha.
“Hitung-hitungan bisnisnya sudah ada. Kami membuka peluang untuk siapa saja menjadi mitra,” katanya.
Dari data yang ada, jelas Sri Heny Purwanti pada Mei 2025, konsumsi listrik tercatat 4.249,64 kWh, sementara pada Mei 2026 menjadi 32.522,42 kWh atau naik lebih dari delapan kali lipat.
Kenaikan ini menjadi indikator semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.
“Hingga Mei 2026, PLN telah mengoperasikan 51 unit SPKLU di 36 lokasi dengan persebaran di Kota Mataram 21 lokasi, Bima enam lokasi, Selaparang lima lokasi, dan Sumbawa empat lokasi,” katanya.***













