Jelang NATARU, BBPOM Mataram Temukan Produk Rusak Hingga Kadaluarsa

BBPOM Mataram

Lalu Sahid Wiadi

- Reporter

Minggu, 15 Desember 2024 - 18:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BB POM Mataram saat melakukan pengawasan pangan di salah sebuah Retail di Provinsi Nusa Tenggara Bara (NTB). Foto (Doc.Istimewa).

BB POM Mataram saat melakukan pengawasan pangan di salah sebuah Retail di Provinsi Nusa Tenggara Bara (NTB). Foto (Doc.Istimewa).

GONTB – Jelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) di Mataram mengintensifkan pengawasan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irawan, intensifikasi pengawasan ini berlangsung sejak akhir November 2024 hingga awal Januari 2025, melibatkan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, dan Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM).

Baca Juga:  Srikandi PLN NTB Gelar Program Inspiring: Merawat Kesehatan Mental Ibu dan Anak untuk Menciptakan Generasi Tangguh

Hingga 13 Desember 2024, BBPOM Mataram telah memeriksa 60 sarana distribusi pangan, termasuk distributor, retail modern, dan retail tradisional. Hasilnya ditemukan 54 Sarana (90%) memenuhi ketentuan (MK), 6 Sarana (10%) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, BB POM Mataram juga mendapatkan temuan utama berupa Pangan Kedaluwarsa: 11 item (201 pcs) senilai Rp865.000,-.

Baca Juga:  Kadis Sosial Lobar Jelaskan Sebab Peningkatan Data Kemiskinan di Lombok Barat

Kemudian Pangan Rusak: 5 item (18 pcs) senilai Rp160.800 dan Pangan Tanpa Izin Edar (TIE): 5 item (93 pcs) senilai Rp3.534.000,-.

“Produk TMK dimusnahkan langsung oleh pemilik dengan disaksikan petugas, disertai pembuatan surat pernyataan dan peringatan tertulis agar pelaku usaha memperbaiki kepatuhan ke depannya,”jelas Yosef dalam siaran persnya yang dikutip GONTB dari Aslinews.id, Minggu (15/12/2024).

Yosef mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk obat dan makanan yakni  Cek Kemasan: Pastikan kemasan tidak rusak.

Baca Juga:  Program Pusat: Akad Massal KUR 800 ribu UMKM

Kemudian Cek Label yakni membaca informasi produk dengan cermat. Cek Izin Edar dengan memeriksa legalitas produk di Badan POM. Dan yang terakhir adalah cek Kedaluwarsa yakni memastikan produk masih layak konsumsi.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan keaslian produk yang dibeli. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram
Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah
Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong
Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?
Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo
Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah
Wagub NTB Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program Prioritas
Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen, NTB Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:20 WITA

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:52 WITA

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:33 WITA

Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:48 WITA

Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:15 WITA

Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo

Berita Terbaru

Go NTB

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:52 WITA