Jika Desa Miliki Tingkat Kriminalitas Tinggi, Harap Waspada, 6 Desa di NTB Masuk Bahaya Narkoba

Senin, 30 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Nasional Narkotika Provinsi NTB saat gelar jumpa pers, Senin (30/12/2024) Foto Dedi Suhadi

Badan Nasional Narkotika Provinsi NTB saat gelar jumpa pers, Senin (30/12/2024) Foto Dedi Suhadi

GONTB – Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP NTB, Anggraini Ninik Murnihati menjelaskan dari 1.143 Desa yang ada di NTB, 6 Desa masuk kategori bahaya narkoba dan 63 desa masuk kategori waspada narkoba.

Sedangkan 570 desa masuk kategori siaga narkoba dan 504 desa lainnya masuk kategori desa yang aman dari narkoba.

Baca Juga:  Kejuaraan Turnamen Tennis Kajati Cup 2024, Korem 162/WB Raih Juara Satu

Penetapan sebagai desa rawan narkoba atau lainnya, menurut Anggraini karena adanya indikator-indikator yang telah ditetapkan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Indikator utama dalam penetapan desa bahaya narkoba, jelas Anggraini yakni adanya kasus narkoba, ada penangkapan karena kasus narkoba, adanya bandar narkoba, adanya tempat hiburan dan tingginya angka kriminalitas.

Baca Juga:  PLN Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Pasca Lebaran

“Desa yang ditetapkan sebagai desa bahaya narkoba dan siaga narkoba karena adanya 5 indikator yang telah ditetapkan,” katanya saat jumpa pers akhir tahun, Senin 30 Desember 2024.

Selain kelima indikator di atas, kata Anggraini daerah yang memiliki destinasi wisata dan adanya kos-kosan juga perlu diwaspadai.

Baca Juga:  Siap Siap! Besok Rabu di Wilayah Cakra dan Praya Listrik Padam 5 Jam, cek Lokasinya

Menurut Anggraini, penetapan desa bahaya narkoba pada 2025, indikator penetapan desa bahaya atau siaga narkoba akan ditambahkan didasarkan penilaian dari desa.

Penilaian dari desa jelas Anggraini didasarkan pada kuesioner yang telah diisi oleh aparat desa dan masyarakat.

“Programnya sudah berjalan sejak 2024,” katanya. *

Berita Terkait

Dukung Program Kelurahan Berdaya, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur
PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal
Ngaji Pagi, MTsN 2 Lobar Adakan Kajian Kitab Fiqih Ibadah Bagi Siswa
Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan
Fraksi PPP Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker PPA / PPO Polresta Mataram
Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis
BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat
Wellness Tourism: Strategi NTB Membangun Pariwisata Berkualitas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:51

Dukung Program Kelurahan Berdaya, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:48

PLN UIW NTB Perkuat Semangat Kemerdekaan ke-81, Srikandi UP3 Sumbawa Pastikan Kesiapan Material untuk Listrik Andal

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:01

Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:44

Fraksi PPP Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker PPA / PPO Polresta Mataram

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:07

Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis

Berita Terbaru