Peran PMI NTB dalam Konsolidasi Aksi Kemanusiaan: Tinjauan Rapat Evaluasi Pokja AA/AMPD

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Kamis, 19 Juni 2025 - 18:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat, GONTB – Organisasi kemanusiaan PMI NTB menggelar rapat konsolidasi evaluasi berkelanjutan Pokja AA/AMPD. Namun dalam kegiatan pembukaan untuk Kelompok Kerja Aksi Antisipasi/Aksi Merespon Peringatan Dini (Pokja AA/AMPD) seperti pantauan media ini, justru terungkap rencana dari 18 negara untuk NTB secara umum dan untuk organisasi PMI secara khusus.

Sekretaris PMI Provinsi NTB, Ns. H. Lalu R. Dody Setiawan, S.H.,M.H. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada Oktober mendatang, 18 negara sudah sepakat menjadikan NTB sebagai daerah tempat melaksanakan program Donor Advisory.

“Kita bersama Banten terpilih dari sekian banyak provinsi yang ada di Indonesia,” ungkapnya. Kamis (19/06/2025).

Lebih khusus, PMI NTB sendiri mengajukan PMI Lombok Barat sebagai lokasi program dimaksud karena melihat berbagai macam faktor. Selain itu, karena PMI Lobar juga baru beberapa waktu lalu dikukuhkan dan menjadikan momentum itu untuk melakukan penguatan organisasi.

“Kita juga komunikasi intens dengan PMI pusat, termasuk juga kemarin kita komunikasikan untuk pengisian gedung logistik kita,” terangnya.

Mengenai kegiatan Ranko Pokja AA/AMPD sendiri, dia mengatakan bahwa Pokja ini sangat eksis sejak beberapa tahun terakhir. Sementara untuk saat ini memiliki PR besar untuk menyambut Donor Advisory Group nantinya sehingga komunikasi yang Intens dengan BPBD Provinsi akan terus terjalin.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Provinsi NTB, Ahmad Yani, S.Pd., M.M.Inov . dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya memberikan respon sangat positif terhadap PMI dan Pokja ini. Terlebih NTB khususnya Pulau Lombok sangat potensial sekali mengalami bencana.

“PMI mengambil bagian terdalam dalam melakukan respon dini terhadap situasi yang ada di Provinsi NTB,” ungkapnya.

Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada PMI karena sejak sini melakukan rapat konsolidasi bersama BPBD. Sebab, respon dini memang harus dilakukan jauh di awal sebelum musibah itu datang untuk menghadapi situasi pada saat terjadi dan pasca terjadinya bencana yang tidak diinginkan semua pihak.

“Alangkah baiknya melaksanakan rapat konsolidasi seperti ini untuk menopang bagaimana penanganan kebencanaan ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” tandas Yani. ***

Baca Juga:  Buka Muskab PMI Lombok Barat, Dr Jack Tidak Ada Cawe - Cawe

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat
Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem
Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga
Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Kasat Reskrim Polresta Mataram Dampingi Satgas Cek Harga di Pasar Mandalika
Safari Ramadhan di Gunungsari, LAZ: Saya Tidak Mungkin Lupakan Warga
Safari Ramadhan Desa Jagaraga jadi Ruang Dialog Pemdes dan Masyarakat
Seaplane Batujai: Arsitektur Besar Konektivitas Kepulauan NTB
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:29 WITA

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:40 WITA

Kasus Dugaan Pelecehan Murid TPQ Terungkap di Mataram, Sat Reskrim Polresta Amankan Terduga

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:07 WITA

Polda NTB Tetapkan MTF Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:21 WITA

Kasat Reskrim Polresta Mataram Dampingi Satgas Cek Harga di Pasar Mandalika

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:01 WITA

Safari Ramadhan di Gunungsari, LAZ: Saya Tidak Mungkin Lupakan Warga

Berita Terbaru