Curah Hujan Tinggi, Tidak Ada Gudang Penyimpanan Cabe. Ini yang Terjadi!

Dedi Suhadi

- Reporter

Rabu, 15 Januari 2025 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Foto (Dedi Suhadi)

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Foto (Dedi Suhadi)

GONTB – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan tingginya harga kebutuhan pokok terutama cabe di pasaran karena petani gagal panen dan tidak adanya gudang penyimpanan cabe.

“Gudang penyimpanan untuk cabe berbeda dengan gudang lainnya. Pengaturan suhu dan lainnya harus sesuai standar sehingga cabe tidak mudah rusak,” jelasnya, kemarin.

Baca Juga:  PLN Gelar Apel Pasukan dan Peralatan BPBL 2025, Siapkan 12.000 Sambungan Listrik Baru di Seluruh NTB

Nelly mengakui, pihaknya bisa meminta pembuatan gudang cabe  ke pemerintah pusat tapi biaya operasionalnya tidak akan sanggup ditanggung oleh petani karena terlalu besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Biaya listrik dan lainnya besar. Petani tidak akan sanggup,” katanya.

Baca Juga:  Layani Pemudik Idul Fitri, PLN NTB Siapkan 35 SPKLU

Akibat tidak adanya gudang penyimpanan, jelas  Nelly petani tidak mempunyai pilihan selain secepatnya menjual cabe ke pasaran.

“Pagi panen siang dijual. Itu yang menyebabkan yang minimnya stok cabe karena semuanya dijual,” katanya.

Nelly mengakui, pemerintah provinsi NTB  pernah melakukan sentuhan teknologi untuk mengatasi melimpahnya cabe tapi teknologi tersebut diperuntukkan ketika  musim kemarau bukan musim penghujan.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi X DPR-RI H. Lalu Hadrian Irfani Sosialisasi Program Indonesia Pintar

Saat ini, jelas Nelly  harga cabe di tingkat petani sekitar 60 ribu perkilogram dan ditingkat  pedagang mencapai 70 hingga 80 ribu perkilogramnya. (DSHD)

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram
Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah
Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong
Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?
Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo
Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah
Wagub NTB Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program Prioritas
Produksi Padi 2025 Naik 16,85 Persen, NTB Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:20 WITA

Ungkap Berbagai Macam Kasus, Sat Reskrim Polresta Dapat Apresiasi Mahasiswa PMII Cabang Mataram

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:52 WITA

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:33 WITA

Ditpolairud Polda NTB Salurkan Bantuan Beras Hasil Gerakan 1.000 Rupiah untuk Korban Banjir di Sekotong

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:48 WITA

Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:15 WITA

Gas! Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tinjau Jalur Lintas Moyo

Berita Terbaru

Go NTB

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:52 WITA