Angka Pernikahan Dini di Lombok Barat Terus Mengalami Penurunan

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat, GONTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mencatat tren penurunan pernikahan usia anak yang cukup signifikan.

Hingga April 2025, angka pernikahan dini menurun menjadi 4 persen, dibandingkan dengan 6,22 persen di tahun 2024, dan 7,38 persen pada 2023. Penurunan ini setara dengan hampir 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala DP2KBP3A Lombok Barat, Arief Suryawirawan, menegaskan keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antarinstansi serta keterlibatan aktif masyarakat, terutama para orang tua, guru, tokoh agama, dan desa.

“Faktor ekonomi bukan penyebab utama. Justru pola asuh orang tua dan lingkungan sekitar anak yang paling besar pengaruhnya. Kalau pengasuhan baik, potensi anak menikah dini bisa ditekan,” jelas Arief, Senin (26/5/2025).

Arief mengakui bahwa tantangan terbesar adalah saat kasus pernikahan dini sudah terjadi. Karena itu, upaya preventif harus dimulai sejak dini melalui pendekatan langsung ke sekolah, pondok pesantren, dan masyarakat.

Pemerintah terus menggiatkan gerakan anti “Merarik Kodek” yang sudah dirintis sejak beberapa tahun terakhir. Gerakan ini melibatkan tim pencegahan dari tingkat desa, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya pernikahan usia anak.

“Kami bergerak dari atas hingga ke bawah. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama masyarakat,” tegas Arief.

Meskipun tren menurun, Arief tidak menampik bahwa target menuju nol kasus pernikahan anak masih menjadi tantangan besar.

Baca Juga:  Pelayanan Mudah! Tidak Ada Alasan Warga Komplek Perumahan Tidak Mau Ber-KTP Lombok Barat

Perlu upaya berkelanjutan untuk memperkuat edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua sebagai garda terdepan pengasuhan anak.

“Yang paling efektif bukan larangan, tapi pemahaman. Bila orang tua sadar, mereka akan jadi pelindung utama anak-anak dari pernikahan usia dini,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis tren positif ini akan terus berlanjut jika seluruh elemen masyarakat tetap aktif bergerak bersama. ***

Baca Juga:  Wabup UNA Jalin Komunikasi Dengan DPR-RI Percepatan Pembangunan 13 Insfrastruktur di Lobar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Wakili Wabup UNA, Dinas Sosial Lobar Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran, apa Bentuknya?

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan
Fraksi PPP Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker PPA / PPO Polresta Mataram
Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis
BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat
Wellness Tourism: Strategi NTB Membangun Pariwisata Berkualitas
Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak
Gold Medal Pengamanan Obvitnas Tegaskan Keunggulan PLN UIW NTB Menjaga Keandalan Sistem Kelistrikan Strategis
Kinerja Andal PLN UIW NTB Teruji, Sistem Kelistrikan Berlapis Sukseskan Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:01 WITA

Pembangunan SPALDT, Komisi III Soroti Sejumlah Persoalan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:44 WITA

Fraksi PPP Kota Mataram Dukung Pembentukan Satker PPA / PPO Polresta Mataram

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:07 WITA

Teriakan “Uang Saku ” Menggaung saat Pelepasan Atlet, Ketua KONI Lobar Sebut Ada Perubahan Teknis

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:45 WITA

BPS: Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat

Senin, 13 Juli 2026 - 07:17 WITA

Wellness Tourism: Strategi NTB Membangun Pariwisata Berkualitas

Berita Terbaru

Go Peristiwa

Kerugian Ditaksir Capai Rp20 Juta, 1 Rumah Terbakar di Mataram

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:20 WITA

Go Nusantara

Listrik Andal di NTB, PLN UIW NTB Perkuat Budaya Safety

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:37 WITA

Go Nasional

Kemendagri Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:34 WITA