GONTB – Direktur Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (inspirasi) NTB, Nurjanah menilai salah pemicu maraknya pernikahan anak yakni kuatnya budaya patriarki di lingkungan masyarakat.
Selain itu, persoalan seksualitas seakan terlarang untuk dibicarakan secara terbuka.
“Kondisi ini memicu anak-anak untuk mengetahui hal tersebut dari informasi diluaran dan hal ini sering mengakibatkan terjadinya kasus kehamilan yang tidak diinginkan,” katanya saat bincang Kamisan, 26 Juni 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, Guru Besar Universitas Mataram (Unram), Prof. Galang Asmara setuju jika persoalan seksualitas masuk dalam mata pelajaran sekolah.
“Cuma nama mata pelajarannya agar menggunakan bahasa yang tidak menjurus orang berpikiran yang tidak – tidak seperti mata pelajaran Kesehatan Reproduksi,” katanya.
Untuk penerapannya, jelas Galang Asmara bisa untuk siswa SMP, SMA dan perguruan tinggi.
“Kalau SD belumlah,” katanya.*














