Peristiwa Alam Peringatan Dari Allah Kepada Manusia

- Reporter

Senin, 7 Juli 2025 - 15:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia wilayah NTB Ust. H. Aswan nasution.

Penggagas berdirinya Organisasi Islam Terbesar ke 3 Indonesia wilayah NTB Ust. H. Aswan nasution.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari [akibat] perbuatan mereka, agar mereka kembali [ke jalan yang benar].” [QS. Ar-Rum: 41].

ALLAH Subhanahu wa Ta’aalaa memperingatkan manusia melalui peristiwa alam, seperti kebanjiran melalui curah hujan dan kekeringan yang berakibat kebakaran di linkungan perumahan dan hutan serta sejenis lainnya, semuanya itu sudah dijelaskan Allah melalui firman-Nya, adalah karena perbuatan tangan manusia atau karena akibat perilaku manusia itu sendiri.

“Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, yang akibatnya Allah timpakan [kerusakan] kepada mereka [merupakan hukuman dari Allah] atas sebagian dari yang mereka kerjakan, supaya mereka kembali ke jalan yang lurus.” [QS. Ar-Rum: 41].

Bencana alam datang tanpa seorang pun bisa menerka kedatangannya. Tiba-tiba dia muncul, melenyapkan semua kesenangan yang kita nikmati dan juga harta benda kekayaan yang kita miliki dengan sekejap saja dapat menghilang.

Sungguh, dihamparan bencana-bencana yang memilukan ini, tidak ada lagi kesombongan, keangkuhan, kehebatan yang bisa angkat bicara. Perhatikanlah, adakah manusia yang merasa paling cerdas otaknya, paling tinggi kekuasaannya, paling kuat tubuhnya dan yang paling licik siasatnya, adakah mereka sanggup menahan gelombang bencana ini?

JADIKAN MUSIBAH SEBAGAI NASIHAT

Kenapa terjadi musibah; banjir, longsor, kebakaran dan kecelakaan lain. Banyak yang bertanya, kenapa semua itu terjadi?
Jawaban pertanyaan tersebut mungkin saja beragam .

Namun sangat tidak tepat jika jawabannya hanya dikaitkan dengah fenomena alam saja. Allah Ta’ala telah mengajarkan orang beriman untuk melihat setiap musibah sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari dampak ulah manusia.

Baca Juga:  Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok

Allah berfirman; “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya sangat pedih lagi keras.” [QS. Huud: 102].

Dalam Sunan Ibnu Majah bahwa terdapat satu bab yang berjudul al-uqubat. Dalam bab itu secara khusus dituliskan Hadits-hadits yang menyebutkan dosa sekaligus hukumannya.

Semuanya ini menjadi bukti adanya hubungan sebab akibat antara dosa dan musibah. Karenanya, ketika musibah terjadi, maka langkah yang tepat adalah segera bermuhasabah dengan mengoreksi amalan kita.

MUSIBAH SEBAGAI PEMBELAJARAN

Setidaknya ada tiga hikmah di balik musibah yang dapat diambil sebagai bahan pembelajaran.

Pertama, sebagai ujian keimanan, Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” [QS. Al-Baqarah: 155].

Baca Juga:  Sekolah : Sarana Untuk Mendidik Akhlak Mulia

Kedua, sebagai penggugur dosa. Musibah ataupun cobaan yang menimpa seorang hamba dapat menjadi sarana penggugur dosa atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat baik sengaja maupun tidak. Rasulullah SAW bersabda: “Ujian menimpa orang beriman pada diri, anak, dan hartanya hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa dosa pun atasnya.” [HR. At-Tirmidzi].

Ketiga, sarana untuk bermuhasabah diri. Musibah ataupun cobaan yang menimpa hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk introspeksi diri, bukan bahan penyesalan yang tak berkesudahan, berkeluh kesah, hingga berputus asa.

Allah berfirman: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan [tidak pula] pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab [Lauh Mahfuzh] sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [QS. Al-Hadiid: 22]. Wallahu a’lam bish showab.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat
Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan
Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan
Hidup Adalah Perubahan
Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini
Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok
Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini
5 Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:02 WITA

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-11 Tahun 1447 Hijriah: Meraih Ampunan dan Syafaat

Senin, 23 Februari 2026 - 22:31 WITA

Puasa dan Seni Hidup dalam Perbedaan

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:16 WITA

Hikmah Memberi Maaf Menjelang Datanghya Ramadhan

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:06 WITA

Hidup Adalah Perubahan

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:57 WITA

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Berita Terbaru