Dzikir: Jalan Pintas Seorang Hamba Menuju Tuhannya

Oleh: Aswan Naaution

- Reporter

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: [2]: 152).

GONTB – PENGARANG kitab Al-Hikam (1260-1309 M), Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam buku karyanya berjudul Selalu Ingat, Tuhan Begitu Dekat (2024) hal: 65-74, menyajikan tentang manfaat dzikir, adapun penjelasannya sebagai berikut:

Dzikir itu mampu mengusir, menundukkan, dan menaklukkan setan. Dzikir itu membuat Allah ridha dan membuat setan marah. Dzikir itu menghilangkan gelisah dan kesedihan dari hati, menarik kegembiraan dan kebahagiaan, serta melenyapkan duka dan keburukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dzikir juga memperkuat hati dan tubuh, merapikan urusan lahir dan batin, mengembirakan hati dan wajah, serta membuat muka berseri-seri. Lebih dari itu, dzikir juga berfaedah mendatangkan rezeki dan memudahkan untuk mendapatkannya.

Dzikir membuat orang yang mengamalkannya menjadi berwibawa dan bermartabat, juga menghilhamkan perilaku yang benar dalam setiap urusan. Dzikir merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan cinta Allah. Ia juga menjadi salah satu pintu gerbang besar menuju cinta tersebut.

Dzikir mengasah kewaspadaan batin (muraqabah) yang mengantarkan pada derajat ihsan, di mana seorang hamba menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dengan matanya sendiri.

Dzikir juga membuat seserorang untuk sering kembali kepada Allah (inabah). Siapa yang kembali kepada Allah dengan sering berzikir mengingat-Nya, niscaya ia akan mudah berpulang kepada-Nya dalam segala urusannya.

Dzikir membawa kedekatan dengan Tuhan dan membuka pintu makrifat di dalam hati. Dzikir memberi seorang hamba perasaan untuk mengagungkan Tuhannya sekaligus rasa takut yang mendalam kepada-Nya, sebuah rasa takut yang dibarengi dengan rasa hormat yang sangat tinggi. Bagi orang yang lalai (dari dzikir), tabir rasa di dalam hatinya sangat tipis.

Baca Juga:  Hikmah dan Pelajaran Berharga dari Penciptaan Semut

Dzikir membuat Allah mengingat hamba-Nya. Ini merupakan kehormatan terbesar sekaligus keistimewaan tertinggi bagi diri seorang hamba. Melalui dzikir, hati manusia menjadi hidup sebagaimana tanaman hidup karena turunnya hujan. Dzikir adalah nutrisi bagi jiwa sebagaimana makanan adalah nutrisi bagi tubuh.

Dzikir memoles hati dari kotoran-kotoran karatnya, yang berwujud kelalaian dan mengikuti hawa nafsu. Dzikir bagi nalar bagaikan pelita yang menuntun seseorang dalam kegelapan menuju jalan yang terang.

Dzikir merontokkan perbuatan-perbuatan dosa dan kesalahan, karena sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Dzikir mengakhiri kerenggangan hubungan yang terjadi antara Tuhan dan hamba yang lalai.

Dari semua amal perbuatan tidak ada yang lebih dapat menyelamatkan dari siksa Allah daripada dzikir. Bagi seorang hamba, dzikir adalah perantara kedamaian turun kepadanya, sebab dirinya dikelilingi para malaikat, dihampiri dan diliputi rahmat Allah.

Betapa agungnya anugerah seperti itu! Dzikir memalingkan lidah dari ghibah, berkata dusta dan segala kebatilan lisan. Orang yang duduk bersama ahli dzikir tidak akan terganggu olehnya. Orang yang menemaninya pun akan senang dengannya. Pada hari kiamat, mereka semua tidak akan merasakan kesedihan atau penyesalan dengan berkawan dengannya.

Berdzikir dengan air mata dan ratapan bisa menjadi sebab mendapatkan naungan ‘Arasy Allah meneduhi pada hari pembalasan agung ketika umat manusia berdiri menunggu waktu yang lama.

Dzikir adalah cahaya bagi srorang hamba di dunianya. Ia menjadi pelita penerang di dalam kuburnya, juga saat dia dibangkitkan dan digiring di padang mahsyar pada hari kiamat.

Dzikir adalah puncak tertinggi dari semua suara dan pintu menuju wushul (sampai kepada Allah). Ia adalah ruang berdimensi kewalian tempat ia menundukkan nafsu dan kesenangan diri.

Baca Juga:  Berjalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Berapa Kilo Meter Jaraknya ?

Pada saat dzikir berakar kuat di dalam hati dan lidah tunduk padanya, seorang ahli dzikir sudah lagi tidak membutuhkan apa pun, merasa kaya ( karena sudah tidak diperbudak keinginan), dan naik derajatnya. Sementara orang yang lalai, walaupun ia kaya raya, sesungguhnya amat miskin; dan jika ia berkuasa, sesungguhnya ia sangat hina.

Dzikir itu menyatukan hatinya yang tercerai-berai, merangkul keinginan dan tekad yang patah, juga membuyarkan kesedihan dan dosa-dosanya, serta mencerai-beraikan bala tentara setan dan para pengikutnya.

Dzikir itu mendekatkan hatinya kepada akhirat dan menjauhkan dunia dari hatinya, meskipun dunia ada di sekelilingnya. Berdzikir memperingatkan hati yang lalai untuk meninggalkan kesenangan dan kebatilan. Ia memperbaiki apa yang telah berlaku dan mempersiapkan hatinya untuk apa yang akan datang.

Dzikir merupakan puncak, sumber, dan dasar dari rasa syukur kepada Allah. Orang yang lidahnya selalu basah dengan dzikir dan memiliki rasa takut kepada Allah (bertakwa) dalam larangan dan perintah-Nya, ia berhak untuk masuk ke dalam syurganya orang-orang yang dicintai Allah dan layak untuk berada dekat dengan Tuhan Yang Mahakuasa.

Dzikir dapat menghilangkan kekerasan hati dan menjadikan lemah lembut. Keadaan lalai pada hati adalah sebuah penyakit dan dzikir adalah obat untuk setiap penyakit hati.

Dzikir adalah sumber dan puncak kemesraan hamba dengan Allah, sedangkan lalai adalah asal mula dan puncak dari permusuhan dengan-Nya. Ketika seorang hamba dikuasai kelalaian, ia akan didorong oleh kelalaiannya untuk melakukan permusuhan kepada Allah dengan cara yang paling buruk.

Baca Juga:  Rukun Haji

Dzikir menghilangkan kemalangan serta menarik keberkahan dan setiap hal yang bermanfaat. Dzikir merupakan sebab turunnya rahmat Allah dan doa para malaikat untuk seorang hamba sehingga ia keluar dari kegelapan menuju cahaya dan berada dalam kediaman yang penuh kedamaian.

Dzikir dapat menggantikan semua amal, baik yang berhubungan dengan harta maupun yang lainnya. Dzikir menguatkan anggota badan dan memudahkan amal perbuatan yang saleh. Dzikir juga memudahkan urusan yang sulit, membuka pintu yang terkunci, meringankan kesulitan, dan mengurangi beban.

Dzikir adalah sebab Allah mengakui dan membenarkan hamba-Nya, karena dzikir membuat dia mengerti akan keagungan, keindahan, dan pujian-Nya. Dengan dzikir, rumah-rumah di surga dibangun. Sementara bagi orang-orang yang lalai, tidak ada tempat tinggal bagi mereka di surga.

Dzikir melenyapkan kegelapan dan memunculkan cahaya yang berkilau. Para malaikat memohonkan ampunan bagi seorang hamba ketika ia bertekun dalam dzikir dan memuji Allah. Tanah dan gunung-gunung bangga dengan orang yang mengingat Allah ketika berada di atasnya.

Orang yang berdzikir akan tetap hidup meskipun ia telah mati, sedangkan orang yang lalai, meskipun masih hidup, sebenarnya tergolong orang-orang yang mati. Orang yang berdzikir akan terpuaskan dahaganya pada saat dijemput kematian dan merasa aman dari kekhawatiran akan kengerian-kengerian yang terkait dengan kematian.

Dengan demikian, terakhir Ibnu Atha’illah as-Sakandari menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur dari kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya adalah dzikir. Sebab, dzikir itu sendiri adalah jalan pintas bagi seorang hamba untuk menuju Tuhannya.

Wallahu ‘alam bishshawab. Selamat membaca dan bermuhasabah diri.*

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini
Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok
Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini
5 Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Inilah Pentingnya Shalat
Antara Harta dan Anak
Perpecahan, Sebab Mundurnya Umat Islam
Manifestasi Bersyukur atas Nikmat Allah SWT
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:57 WITA

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:47 WITA

Umroh Super Promo Ekonomi hanya 26.9Juta 13 Hari berangkat dari Lombok

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:34 WITA

Isra’ Mi’raj: Tamsilan Perjalanan Hidup di Masa Kini

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:57 WITA

5 Keutamaan Puasa Senin dan Kamis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:52 WITA

Dzikir: Jalan Pintas Seorang Hamba Menuju Tuhannya

Berita Terbaru

Go Religi

Memperbincangkan Kembali Makna Dakwah Dewasa Ini

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:57 WITA