Lombok Utara – Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya mengedepankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat pada setiap operasi di wilayah perairan dan pesisir. Pernyataan ini kembali diuji dalam kejadian evakuasi cepat yang melibatkan personel Ditpolairud Polda NTB bersama masyarakat setempat di Gili Trawangan, Kamis pagi (15/1).
Kronologi
• Sekitar pukul 08.30 WITA, warga Dusun Teluk Kombal bernama Buldani (35) terpeleset di salah satu jalan setapak Gili Trawangan yang basah dan licin akibat sisa hujan semalam.
• Korban terjatuh dengan keras sehingga mengalami patah tulang pada kaki kanan.
• Mendapat laporan, personel Ditpolairud Polda NTB yang tengah berpatroli menggunakan Kapal Polisi XXI-2015 segera bergerak menuju lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan Evakuasi
Bersama warga sekitar, petugas melakukan pertolongan pertama di tempat kejadian sebelum memindahkan Buldani ke speed boat milik warga. Dengan pengawalan personel kepolisian, korban kemudian diangkut menuju Teluk Nare untuk mendapatkan perawatan medis awal. Proses evakuasi berlangsung kurang dari 30 menit dan berjalan aman, tertib, serta tanpa hambatan berarti.
Komitmen Pelayanan Responsif
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah wujud komitmen kami untuk memberikan pelayanan cepat dan responsif, terutama pada situasi darurat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan percaya bahwa institusi Polri siap siaga membantu kapan saja,” ujar Kombes Pol Boyke F.S. Samola.
Sinergi Positif
Kesuksesan evakuasi ini tidak lepas dari sinergi yang baik antara personel Ditpolairud Polda NTB dengan masyarakat Gili Trawangan. Kecepatan respon dan koordinasi lapangan menjadi kunci utama sehingga Buldani dapat segera ditangani secara medis dan kondisinya kini dilaporkan stabil.
Dengan keberhasilan operasi ini, Ditpolairud Polda NTB kembali membuktikan komitmen mereka dalam melindungi dan melayani masyarakat pesisir serta memastikan keselamatan setiap orang yang beraktivitas di perairan dan pulau-pulau kecil di wilayah NTB.














