Menteri Trenggono Pastikan Tiga Pegawai KKP dalam Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Senin, 19 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mengonfirmasi keberadaan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dalam pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). (Foto Hasil Tangkapan layar YouTube)

Pemerintah mengonfirmasi keberadaan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dalam pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). (Foto Hasil Tangkapan layar YouTube)

Jakarta, GONTB – Pemerintah mengonfirmasi keberadaan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dalam pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat tersebut dioperasikan PT Indonesia Air Transport (IAT) dan tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan melalui udara (air surveillance) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. “Kami menyatakan prihatin dan sedih. Kami berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat,” ujar Trenggono dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, pesawat tersebut memang digunakan dalam kerja sama pengawasan udara yang selama ini dilakukan KKP bersama operator penerbangan. “Kami memiliki air surveillance yang bekerja sama dengan IAT dan digunakan untuk pengawasan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan,” ujarnya.

Baca Juga:  Inilah Profil Band Fourtwnty yang Bakal Tampil di MXGP Lombok 2024

Menteri Trenggono juga mengklarifikasi informasi terkait logo KKP yang terlihat pada pesawat. Menurutnya, logo tersebut berkaitan dengan misi resmi KKP yang melibatkan tiga personel.

Ketiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut masing-masing Ferry Irawan selaku Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Nauval sebagai Operator Foto Udara.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Adi Tri Wibowo, menyampaikan klarifikasi terkait data kru pesawat.

Ia menegaskan bahwa jumlah kru yang on board sebanyak tujuh orang. “Kru yang on board ada tujuh orang,” ujar Adi Tri Wibowo dalam keterangannya.

Ia merinci awak pesawat yang terdiri dari Capt Andy Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita S.

Baca Juga:  PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Pasokan Listrik pada Event Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Operator menegaskan bahwa informasi yang benar adalah tujuh awak pesawat, sekaligus meluruskan data yang sebelumnya sempat simpang siur.

Manajemen IAT menyatakan turut prihatin atas kejadian tersebut dan saat ini menunggu proses pencarian yang dilakukan tim SAR.

Adi Tri Wibowo menyampaikan bahwa tim perusahaan telah diberangkatkan ke Makassar untuk ikut mendukung proses pencarian dan koordinasi di lapangan.

“Kami fokus menunggu proses pencarian oleh tim Basarnas dan instansi terkait,” ujarnya.

Berdasarkan pembaruan terakhir dari Kepala Kantor SAR Nasional Makassar pada pukul 19.15 WITA, status pesawat, kru, dan penumpang masih dalam proses pencarian intensif.

Operasi SAR dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, AirNav Indonesia, serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga:  Polda NTB Terima Penghargaan dari Kapolri, Ini Bentuknya

Menteri Trenggono menegaskan pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan pencarian.

Terkait penyebab insiden dan aspek teknis pencarian, ia menyatakan sepenuhnya diserahkan kepada Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Kementerian Perhubungan.

“Kami terus memantau dan berkoordinasi, sementara proses investigasi dan pencarian dilakukan oleh otoritas yang berwenang,” katanya.

Usai memberikan pernyataan, Menteri Trenggono dijadwalkan bertolak menuju kediaman keluarga pegawai KKP yang ikut di dalam pesawat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga di tengah situasi darurat.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nugroho serta Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Adi Tri Wibowo.

Pemerintah memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara resmi sesuai perkembangan di lapangan. ***

Sumber Berita: InfoPublik

Berita Terkait

Kemkomdigi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Penggunaan Gadget dan Interaksi Sosial bagi Anak
Kemendagri Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini
Perkuat Budaya K3, PLN Dwipantara Gelar PLN Pelatihan Penggunaan APAR
Polsek Ampenan Kawal Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Pastikan Peresmian Koperasi Merah Putih Berjalan Aman
PLN Deklarasikan Implementasi B50 di Maumere, Ini Tujuannya
Sistem Kelistrikan Berlapis Sukses Teruji, PLN UIW NTB Dukung Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI
Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani
Budaya K3 Semakin Kokoh, PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Listrik Dimulai dari Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:48

Kemkomdigi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Penggunaan Gadget dan Interaksi Sosial bagi Anak

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:34

Kemendagri Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:40

Perkuat Budaya K3, PLN Dwipantara Gelar PLN Pelatihan Penggunaan APAR

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:00

Polsek Ampenan Kawal Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Pastikan Peresmian Koperasi Merah Putih Berjalan Aman

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:22

PLN Deklarasikan Implementasi B50 di Maumere, Ini Tujuannya

Berita Terbaru

Penulis: ASWAN AMIR HASAN NASUTION

Go Religi

Nasehat Kematian

Senin, 27 Jul 2026 - 17:58