Ketua HPI NTB Soroti Tantangan Pariwisata, Ingatkan Ancaman Sampah, Atraksi Budaya dan Aksesibilitas

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mataram – Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Fatwir Uzali, menyoroti berbagai tantangan serius yang dihadapi sektor pariwisata NTB di tengah upaya menjadikannya sebagai sektor andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Lalu Fatwir, pariwisata NTB memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Gubernur NTB terpilih, yakni “makmur dan mendunia”. Namun, ia mempertanyakan apakah konsep “mendunia” tersebut benar-benar mampu membawa kemakmuran bagi masyarakat, atau justru sebaliknya, kemakmuran harus dibangun terlebih dahulu sebelum NTB dikenal secara global.

 

“Tujuan utama pembangunan pariwisata itu harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Karena pariwisata punya efek berlapis (multiplier effect). Jika pariwisata berkembang, hampir semua lini kehidupan ikut bergerak, mulai dari pedagang kecil, petani, nelayan, tukang ojek, sopir taksi, hingga mahasiswa,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026.

Baca Juga:  Angka Pernikahan Dini di Lombok Barat Terus Mengalami Penurunan

 

Ia menjelaskan, berkembangnya pariwisata tidak hanya berdampak besar, tetapi juga melahirkan dampak-dampak kecil seperti tumbuhnya kursus bahasa dan pendidikan pariwisata. Karena itu, fokus pemerintah daerah pada sektor pariwisata dinilai tepat sebagai salah satu jalan menuju kemakmuran NTB.

 

Namun demikian, Lalu Fatwir menilai hingga saat ini belum terlihat pergerakan yang signifikan di lapangan. Sebagai pelaku pariwisata dan pemandu wisata, ia menekankan pentingnya penataan dan pengelolaan objek wisata secara terukur dan terarah.

 

“Masih banyak objek wisata yang terkesan terbengkalai. Kita bicara pariwisata itu ada aksesibilitas dan amenitas. Datang ke satu objek wisata, apakah toiletnya layak, ada tempat duduk, tempat berteduh, akses jalan dan komunikasi yang baik?” katanya.

Baca Juga:  Ribuan Produk Ilegal Beredar Online, BBPOM Mataram Berikan Tips Pencegahan!

 

Ia mencontohkan sejumlah destinasi dengan potensi besar seperti kawasan persawahan bertingkat di Gunungsari dan Sekotong yang dinilainya tidak kalah indah dari Bali, namun terkendala akses jalan dan fasilitas pendukung yang belum memadai.

 

Selain itu, persoalan sampah menjadi sorotan tajam. Menurutnya, tumpukan sampah di pinggir jalan menuju destinasi wisata dapat merusak citra Lombok di mata wisatawan. Ia mengingatkan, tanpa penanganan serius, pariwisata NTB berisiko mengalami penurunan dalam beberapa tahun ke depan.

 

“Promosi saja tidak cukup. Wisatawan datang lalu melihat sampah di mana-mana, dari Mataram ke Kuta, ke pantai-pantai, ke Sekotong, hingga jalur menuju Pink Beach. Ini ancaman serius,” tegasnya.

Baca Juga:  Jepang Sekarang! Direktur BTLK: Makan Berlabel Halal Tidak Ada, Tetapi Ngak Susah Cari Makanan Halal

 

Lalu Fatwir juga mendorong peran media untuk tidak hanya menampilkan keindahan pariwisata, tetapi juga mengangkat kondisi riil di lapangan, termasuk kekurangan fasilitas, keselamatan wisatawan, dan pengelolaan lingkungan.

 

Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah, pelaku pariwisata, media, dan masyarakat harus bekerja bersama sesuai perannya masing-masing.

 

“Kalau kita sendiri tidak kagum dan peduli dengan daerah kita, jangan harap orang lain akan mengidamkannya. Pariwisata NTB harus dibangun dengan kesadaran bersama agar benar-benar indah, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kinerja Andal PLN UIW NTB Teruji, Sistem Kelistrikan Berlapis Sukseskan Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI
Kinerja PLN UIW NTB Makin Optimal, PDKB UP3 Sumbawa Perkuat Keandalan Jaringan Tanpa Padam di Desa Penyegar
MTs Negeri 2 Lombok Barat Raih Prestasi Gemilang, Dominasi Podium Olympiade Bahasa Arab 
Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan
Iuran Wajib Partai Politik Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pengurang PPh Pasal 21
LAKPESDAM PC Lobar sebagai Motor Penggerak Pemberdayaan
Warga Dasan Geres Kenang Jiwa Sosial Brigjen L. Iwan di Tengah Proses Hukum
Dilantik Ketum Mardiono, PPP Kota Mataram Optimis Bidik Pimpinan Dewan
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:31 WITA

Kinerja Andal PLN UIW NTB Teruji, Sistem Kelistrikan Berlapis Sukseskan Peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden RI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:33 WITA

Kinerja PLN UIW NTB Makin Optimal, PDKB UP3 Sumbawa Perkuat Keandalan Jaringan Tanpa Padam di Desa Penyegar

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:58 WITA

MTs Negeri 2 Lombok Barat Raih Prestasi Gemilang, Dominasi Podium Olympiade Bahasa Arab 

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:07 WITA

Pemprov NTB Dorong Peran Strategis Pendamping Desa Berdaya Transformatif dalam Entaskan Kemiskinan

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:35 WITA

Iuran Wajib Partai Politik Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pengurang PPh Pasal 21

Berita Terbaru

Go Hukrim

Tawuran Remaja yang Viral, Berakhir Damai di Mataram

Jumat, 10 Jul 2026 - 21:35 WITA