Haris Maulana Minta Publik Objektif Sikapi Isu Kekerasan Gengster di Kota Mataram

- Reporter

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

 

Mataram, GO NTB — Ketua Karang Taruna Kota Mataram, Haris Maulana, angkat bicara terkait maraknya isu aksi kekerasan gengster yang belakangan ini meresahkan warga. Ia menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan, namun di sisi lain mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam narasi ketakutan yang dibangun atas dasar informasi yang belum terverifikasi.

 

Pernyataan ini disampaikan Haris menyusul sejumlah insiden kekerasan yang telah memakan korban jiwa maupun luka-luka di ruang publik. Sebagai wakil rakyat yang juga duduk di Komisi IV DPRD Kota Mataram, ia menyatakan bahwa peristiwa semacam itu tidak boleh ditoleransi dan wajib diproses secara hukum.

Baca Juga:  Pastikan Masuk Kas Daerah, DPRD Mataram Minta Pungutan Lapak CFD Gunakan QRIS

 

“Kita tidak menutup mata terhadap fakta bahwa tindakan kekerasan oleh kelompok gengster telah terjadi dan mengakibatkan orang lain menjadi korban. Peristiwa semacam ini harus ditindak tegas sesuai hukum dan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa,” ujar Haris Maulana, Selasa (27/10/2026).

 

Kendati demikian, Haris mengingatkan agar publik mampu membedakan secara objektif antara fakta kejadian yang sebenarnya dengan narasi liar yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, adanya peristiwa kekerasan tidak serta-merta membenarkan setiap spekulasi mengenai motif, identitas kelompok, hingga kepentingan tertentu yang sering kali dikaitkan secara serampangan dengan kejadian tersebut.

Baca Juga:  Peringati  Hari Anak, Ini Yang Diminta Pemprov NTB

 

Ia juga memperingatkan bahaya penggiringan opini yang justru memperkeruh suasana. “Jangan sampai ketakutan masyarakat dibangun melalui informasi yang belum utuh, spekulasi, atau pemberitaan yang menggiring opini sebelum fakta diperiksa secara menyeluruh,” tegasnya.

 

Haris menegaskan bahwa sikap bijak dalam menyikapi situasi ini adalah berpihak pada keselamatan korban, menjaga ketenangan masyarakat, serta mendukung tegaknya supremasi hukum. Hal itu, lanjutnya, bukan dilakukan dengan cara menutup-nutupi kejadian atau justru memperbesar ketakutan publik, melainkan dengan menyampaikan informasi secara proporsional, kritis, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  2024 Wisman Dibawah 50 Persen, Ini yang Diminta Pemerintah NTB

 

“Biarkan fakta berbicara. Biarkan penyelidikan mengungkap kebenaran. Dan biarkan aparat penegak hukum menjalankan tugasnya berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

 

politisi muda dapil Kecamatan Mataram ini mengajak seluruh masyarakat Kota Mataram untuk tetap mengedepankan akal sehat dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang menyesatkan.

 

“Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, rasa aman, dan keadilan. Jangan biarkan keresahan menggantikan akal sehat, dan jangan biarkan dugaan mendahului pembuktian. Tolak kekerasan. Lawan disinformasi. Percayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jumat Menyapa, Program Polsek Lingsar Hadirkan Kepedulian bagi Lansia di Wilayah Hukumnya
Polsek Lingsar Berkolaborasi dengan Fiona Foundation, Jangkau Penyandang Disabilitas di Desa Sigerongan
Kapolsek Kediri Beri Sosialisasi Tema Sayangi Diri Sendiri “Go To School di MTs. Negeri 2 Lombok Barat
Gerebek Rumah di Sambelia, Polda NTB Amankan 1.734 Liter Pertalite
Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Gapuk Canangkan DRPPA Bersama LAKPESDAM Lobar
Aksi Tarian Erotis di Ruang Publik Viral, Ponpes Darul Hikmah NWDI Desak LPA Mataram Bersikap
Sambut Hari Santri ke-12, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah NWDI Serukan Aksi Sosial dan Adaptasi AI
Kepala Kemenag Lombok Barat Tekankan Pentingnya Kembalikan Peran Utama Pondok Pesantren di Peringatan Hari Santri 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:36

Haris Maulana Minta Publik Objektif Sikapi Isu Kekerasan Gengster di Kota Mataram

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:34

Jumat Menyapa, Program Polsek Lingsar Hadirkan Kepedulian bagi Lansia di Wilayah Hukumnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:50

Polsek Lingsar Berkolaborasi dengan Fiona Foundation, Jangkau Penyandang Disabilitas di Desa Sigerongan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:10

Gerebek Rumah di Sambelia, Polda NTB Amankan 1.734 Liter Pertalite

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:35

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Gapuk Canangkan DRPPA Bersama LAKPESDAM Lobar

Berita Terbaru