Selain Kontroversi Erick Thohir Pecat STY, Intip 3 Kasus Ketum PSSI yang Pernah Bikin Geger Pecinta Sepak Bola di Indonesia

- Reporter

Senin, 6 Januari 2025 - 21:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Shin Tae-yong (STY).

Foto Shin Tae-yong (STY).

GONTB – Kabar pemecatan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) sebagai juru taktik Garuda sedang ramai menjadi perhatian publik di media sosial (medsos).

Ketum PSSI, Erick Thohir menyampaikan pencopotan jabatan STY dari kursi pelatih Garuda ini secara resmi dengan menggelar konferensi pers di Jakarta, pada Senin, 6 Januari 2025.

“Pak Sumardji sudah bertemu coach Shin Tae-yong tadi pagi dan coach Shin sudah menerima surat menyuratnya,” ungkap Erick Thohir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nanti ada proses berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir,” tambahnya.

Di sisi lain, kabar pemecatan STY juga mendapatkan perhatian khusus dari sang anak, Shin Jae-won. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Bersama STY, Ranking FIFA Garuda Meningkat

Lewat unggahan akun Instagram pribadinya @shin_jaewon77, putra STY tersebut mengungkap kekecewaannya kepada PSSI.

Shin Jae-won menyindir kenaikan peringkat Timnas Indonesia di ranking FIFA.

Dalam 5 tahun karier kepelatihan STY bersama Garuda, ranking Timnas Indonesia dari 142 pada 15 Februari 2024 ke peringkat 134 dunia.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Fauzan Khalid Tekankan Peningkatan Kapasitas Penyelenggara Pemilu

“Selama lima tahun, Ayah telah bekerja keras mengangkat peringkat FIFA (Timnas Indonesia) hingga naik 50 peringkat,” tulis Shin Jae-won lewat Instagram Story @shin_jaewon77, pada Senin, 6 Januari 2025.

Peringkat Ketiga di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dalam kesempatan yang sama, Shin Jae-won menuturkan STY juga kini berhasil menempatkan Garuda di posisi ke-3 klasemen sementara Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.

“Membawa Indonesia ke posisi ketiga di Kualifikasi Piala Dunia, bagaimana mungkin ayah bisa dipecat?” tuturnya.

Di sisi lain, Shin Jae-won menilai STY telah melakukan berbagai kerja keras untuk peningkatan Timnas Indonesia.

“Terima kasih untuk kerja kerasmu. Ayah, kau melakukan yang terbaik untuk (Timnas) Indonesia. Semua tentang keluarga, aku tahu semuanya,” tandasnya.

Kekecewaan Shin Jae-won menunjukkan adanya kontroversi terhadap keputusan PSSI yang secara tiba-tiba menghembuskan kabar terkait pemecatan STY di hadapan publik.

Sederet Kontroversi Ketum PSSI

Berkaca dari hal itu, terdapat juga sederet kasus kontroversi yang dilakukan oleh para ketum PSSI di zaman sebelum Erick Thohir menjabat. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Wisatawan Malaysia

Mochamad Iriawan

Selama menjabat sebagai ketua umum PSSI periode 2019-2023, Mochamad Iriawan pernah dianggap melakukan praktek nepotisme karena menunjuk adik iparnya, Maaike Ira Puspita, sebagai wakil sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI pada Januari 2022.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga pernah membuat apparel asal Thailand, Warrix batal menjadi sponsor timnas Indonesia karena tiba-tiba menjalin kesepakatan bersama Mills.

Tragedi Kanjuruhan juga menjadi salah satu titik kejatuhan popularitasnya usai menolak turun dari jabatan ketua umum PSSI, hingga akhirnya didesak publik untuk mundur dari jabatannya pada Januari 2023.

Iwan Budianto

Ketum PSSI pada Maret-November 2019, Iwan Budianto juga pernah mengalami beragam kontroversi.

Iwan Budianto pernah dituding sebagai pihak yang berperan besar dalam perpecahan Arema karena dualisme liga lebih dari satu dekade.

Mantan Ketum PSSI itu juga dianggap sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu, karena saat itu sebagai pemegang saham di Arema FC.

Baca Juga:  Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

Kasus korupsi juga sempat mengotori nama baik Iwan Budianto, dan pernah diperiksa karena dugaan penyelewengan dana APBD Samarinda untuk Persisam Putra Samarinda.

Iwan Budianto juga terlibat kasus suap Wali Kota Batu pada 2017 lalu.

Joko Driyono

Eks Ketum PSSI Januari-Maret 2019, Joko Driyono juga pernah menuai kontroversi karena merangkap jabatan sebagai CEO PT Liga Indonesia dan sekjen PSSI pada 2013.

Pria yang akrab disapa Jokdri itu pernah membuat geger medsos dengan tidak meloloskan Pro Duta dan Persepar Palangkaraya (kini menjadi Kalteng Putra) ke Liga Super Indonesia. Padahal masing-masing klub Indonesia itu menjadi juara dan runner-up play-off kompetisi tersebut.

Selain itu, Joko Driyono pun pernah masuk penjara selama 18 bulan akibat terbukti bersalah dalam penyelidikan pemberantasan mafia sepak bola di Indonesia pada 2018 lalu.*

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN masuk Kampus! Edukasi Pencegahan Sexual Harassment dan Perkenalkan Peluang Karier
PLTS Sengkol, PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen Percepatan Energi Bersih di Lombok
PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Pasokan Listrik pada Event Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
Menteri PKP Puji Abdul Hadi Atas Komitmen Berjuang Hadirkan Rumah Layak Huni Untuk Masyarakat
Gede Pasek Soroti Tuntutan 18 Tahun untuk Nadiem: ‘Ini Bukan Penegakan Hukum, tapi Pembunuhan Karakter’
Ajang Internasional GT World Challenge Asia 2026 Berakhir Sukses, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Seluruh Area Sirkuit
Hari Pertama GT World Challenge Asia 2026 Berjalan Sukses, PLN UIW NTB Pastikan Kelistrikan Andal
Liga Siekas! PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Listrik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:43 WITA

PLN masuk Kampus! Edukasi Pencegahan Sexual Harassment dan Perkenalkan Peluang Karier

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:13 WITA

PLTS Sengkol, PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen Percepatan Energi Bersih di Lombok

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:31 WITA

PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Pasokan Listrik pada Event Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:24 WITA

Menteri PKP Puji Abdul Hadi Atas Komitmen Berjuang Hadirkan Rumah Layak Huni Untuk Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:16 WITA

Gede Pasek Soroti Tuntutan 18 Tahun untuk Nadiem: ‘Ini Bukan Penegakan Hukum, tapi Pembunuhan Karakter’

Berita Terbaru