Tolak Otopsi, Keluarga Anggap Kematian Korban Sebagai Musibah

Kamis, 6 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Polres Lombok Utara melakukan evakuasi korban sekaligus olah TKP (Polsek Tanjung )

Aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Polres Lombok Utara melakukan evakuasi korban sekaligus olah TKP (Polsek Tanjung )

GONTB – Keluarga IKTKA (24) warga Dusun Karang Langu Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung Kabupatean Lombok Utara menolak dilakukannya otopsi terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia tergantung pada sebuah tali. Keluarga menganggap kematian korban sebagai musibah.

“Keluarga telah iklas atas kematian korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga menolak dilakukan otopsi,” jelas Kapolsek Tanjung, AKP Remanto, Rabu 5 Juni 2024.

Baca Juga:  Akibat Tergoda Rp4,67 Miliar, Tersangka Kasus Suap Ronald Tannur Diamuk Istrinya: Saldo ATM Keluarga Nol Rupiah, Pak!

Kapolsek menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, IKTKA yang ditemukan keluarganya meninggal tergantung pada sebuah tali diduga bunuh diri karena depresi akibat terlilit hutang.

Adapun kronologis kejadiannya, jelas Kapolsek sekitar pukul 07.30 WITA, Made Sedana, orang tua korban membangunkan korban untuk berangkat kerja. Dan mendapat jawaban “iya, sebentar saya bangun,” .

Baca Juga:  Penemuan Mayat Gegerkan Masyarakat Desa Bagik Polak Lombok Barat

Mendengar jawaban tersebut, orang tua korban pergi menuju BTN yang berada di Dusun Karang Swela untuk menjemput Aditya.

Sekitar pukul 08.30 WITA, orang tua korban, Made Sedana bersama Aditya kembali ke rumah untuk sikat gigi. Saat Aditya hendak akan mengambil handuk di belakang rumah, ia menemukan korban tergantung di belakang rumah.

Baca Juga:  Kembali Diperiksa! Dua Tersangka Kasus Masker Covid-19 Pemprov NTB

Selanjutnya, kedua saksi menghubungi pihak kepolisian. Sesampainya di lokasi kejadian, polisi melakukan olah TKP. Hasil olah TKP ditemukan tali berwarna putih sepanjang 3 meter, kursi kayu berwarna coklat, baju kaos berwarna putih corak abu-abu.***

Berita Terkait

Tertangkap Curi Rokok di Mataram, Pria Asal Dompu Ternyata DPO Curanmor di Maluk
Penganiayaan! Sepasang Kekasih Asal Bima Berdamai Lewat Restorative Justice
PN Mataram Tegaskan Putusan Inkracht, Eksekusi Lahan Seluas 27.370 Meter Persegi di Lembar Selatan Berjalan Lancar
Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah
Kapolsek Lingsar Lepas 500 Warga di Jalan Sehat Semarak HUT RI Ke-81
Dugaan Penganiayaan Murid Kelas 5 SDN 1 Peteluan Indah, Orang Tua Korban Tempuh Jalur Hukum ke Polresta Mataram
Patroli Hingga Subuh, URC Sat Reskrim Polresta Mataram Sasar Titik Rawan Kriminalitas di Mataram
Jelang HUT Kemerdekaan, Polsek Ampenan Tertibkan Peredaran Miras, Puluhan Botol Tuak Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:52

Tertangkap Curi Rokok di Mataram, Pria Asal Dompu Ternyata DPO Curanmor di Maluk

Jumat, 4 September 2026 - 13:20

Penganiayaan! Sepasang Kekasih Asal Bima Berdamai Lewat Restorative Justice

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44

PN Mataram Tegaskan Putusan Inkracht, Eksekusi Lahan Seluas 27.370 Meter Persegi di Lembar Selatan Berjalan Lancar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:04

Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:56

Kapolsek Lingsar Lepas 500 Warga di Jalan Sehat Semarak HUT RI Ke-81

Berita Terbaru

Go NTB

Desa Berdaya Bermanfaat untuk Menekan Tingginya PMI

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:04