Tolak Otopsi, Keluarga Anggap Kematian Korban Sebagai Musibah

- Reporter

Kamis, 6 Juni 2024 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Polres Lombok Utara melakukan evakuasi korban sekaligus olah TKP (Polsek Tanjung )

Aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Polres Lombok Utara melakukan evakuasi korban sekaligus olah TKP (Polsek Tanjung )

GONTB – Keluarga IKTKA (24) warga Dusun Karang Langu Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung Kabupatean Lombok Utara menolak dilakukannya otopsi terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia tergantung pada sebuah tali. Keluarga menganggap kematian korban sebagai musibah.

“Keluarga telah iklas atas kematian korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga menolak dilakukan otopsi,” jelas Kapolsek Tanjung, AKP Remanto, Rabu 5 Juni 2024.

Baca Juga:  Curi Tabung Gas 3 KG di Pagesangan, Polsek Mataram Amankan Terduga Pelaku

Kapolsek menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, IKTKA yang ditemukan keluarganya meninggal tergantung pada sebuah tali diduga bunuh diri karena depresi akibat terlilit hutang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun kronologis kejadiannya, jelas Kapolsek sekitar pukul 07.30 WITA, Made Sedana, orang tua korban membangunkan korban untuk berangkat kerja. Dan mendapat jawaban “iya, sebentar saya bangun,” .

Baca Juga:  Kepincut Burung Kutilang, ES Gadaikan Kebebasannya

Mendengar jawaban tersebut, orang tua korban pergi menuju BTN yang berada di Dusun Karang Swela untuk menjemput Aditya.

Sekitar pukul 08.30 WITA, orang tua korban, Made Sedana bersama Aditya kembali ke rumah untuk sikat gigi. Saat Aditya hendak akan mengambil handuk di belakang rumah, ia menemukan korban tergantung di belakang rumah.

Baca Juga:  Kasus Pencurian HP di Pejarakan Karya Diselesaikan Secara Kekeluargaan Dengan Syarat?

Selanjutnya, kedua saksi menghubungi pihak kepolisian. Sesampainya di lokasi kejadian, polisi melakukan olah TKP. Hasil olah TKP ditemukan tali berwarna putih sepanjang 3 meter, kursi kayu berwarna coklat, baju kaos berwarna putih corak abu-abu.***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurang dari 2×24 Jam, 2 Pemuda Curi Motor dibekuk Polisi di Lombok Tengah
Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram
Aduan 110, Polsek Sandubaya Tangani Kasus Dugaan Pencurian di Hotel
Patroli Sat Samapta Polresta Mataram Sasar Permukiman Dasan Agung, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Deteksi Dini Penyakit Menular, Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Konseling dan Tes HIV/IMS di Rumah Kos
Dugaan Korupsi Dana Darah PMI Lobar, Kejari Mataram Panggil Lima Pengurus
Operasi Gabungan Malam Hari, Polresta Mataram Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin
Dana Siluman DPRD NTB: 13 Anggota Dewan yang Tidak Mengembalikan Belum Tersentuh
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 10:34 WITA

Kurang dari 2×24 Jam, 2 Pemuda Curi Motor dibekuk Polisi di Lombok Tengah

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:52 WITA

Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WITA

Aduan 110, Polsek Sandubaya Tangani Kasus Dugaan Pencurian di Hotel

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:59 WITA

Patroli Sat Samapta Polresta Mataram Sasar Permukiman Dasan Agung, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:58 WITA

Deteksi Dini Penyakit Menular, Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Konseling dan Tes HIV/IMS di Rumah Kos

Berita Terbaru