Wagub NTB Ajak Orang Tua Bergerak Bersama Tekan Stunting

- Reporter

Kamis, 27 November 2025 - 15:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Stunting di UPT Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/11/2025).

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Stunting di UPT Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/11/2025).

Mataram, GONTB – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk bergerak bersama menekan angka stunting khususnya di Lombok Barat.

Ia menegaskan pentingnya pemenuhan nutrisi bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan, termasuk penambahan susu dan makanan bergizi dalam mendukung percepatan tumbuh kembang anak.

“Bantuan yang diberikan harus tepat sasaran, termasuk telur dan nutrisi lain, agar benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak yang membutuhkan. Pendampingan dan pembinaan juga perlu dilakukan hingga ke tingkat kader posyandu,” jelasnya saat menghadiri kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Stunting di UPT Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur yang juga Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) NTB menambahkan, dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, Lombok Timur dan Lombok Utara saat ini berada pada zona merah stunting. Karenanya, screening dini harus terus ditingkatkan.

Baca Juga:  Museum NTB Bawa NTB Mendunia Lewat Pameran Islamic Arts Biennale 2025 di Saudi Arabia

Meski Lombok Barat berada di zona hijau, ia menegaskan agar tidak lengah dengan status tersebut.

“Kita tidak boleh hanya memperhatikan bayi yang sudah terindikasi stunting. Screening sejak awal sangat penting untuk melihat kecenderungan menuju stunting agar dapat dicegah dan tidak menambah angka stunting,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Barat, Ayu Indra Rukmana, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam upaya pencegahan stunting.

Baca Juga:  Masalah Stunting di Lombok Barat, Wabup UNA Minta Para Kepala Puskesmas Bertanggung Jawab Terkait Penurunan

“Banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting, mulai dari pola asuh, kebersihan lingkungan, hingga pola hidup yang kurang sehat. Dengan adanya program ini, kami berharap anak-anak di Lombok Barat tumbuh sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting di NTB. ***

Sumber Berita: Pemprov NTB

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata
Dr. Irpan Suriadiata gugat masa jabatan Ketua Umum Parpol ke MK 
Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Polda NTB Minta Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas
HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok
Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru
Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia
Pembangunan Tower di Bongancina Dipersoalkan, Warga Tempuh Jalur Dumas ke Polda Bali
Curi Laptop Mahasiswa Asal Sumbawa Barat di Kos, Pelaku Berhasil Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polresta Mataram
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:30 WITA

Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:00 WITA

Dr. Irpan Suriadiata gugat masa jabatan Ketua Umum Parpol ke MK 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:32 WITA

HUT KAI ke-18 Jadi Puncak Penutupan Rakernas ADVOKAI 2026 di Lombok

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:47 WITA

Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WITA

Momentum Rakernas, ADVOKAI dan Pemprov NTB Bersinergi Cetak Seribu Paralegal untuk Indonesia

Berita Terbaru