Puskesmas Perampuan Kembangkan Layanan Vision Center dan Penanganan Stunting

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puskesmas Perampuan, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Ns. Akmal Rosamali, S.Kep., M.Kes., Foto (Doc.Ist).

Kepala Puskesmas Perampuan, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Ns. Akmal Rosamali, S.Kep., M.Kes., Foto (Doc.Ist).

Lombok Barat, GONTB – Puskesmas Perampuan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, terus memperluas layanan kesehatan primer untuk menjawab beragam persoalan masyarakat.

Kepala Puskesmas Perampuan, Ns. Akmal Rosamali, S.Kep., M.Kes., mengatakan salah satu inovasi utama saat ini adalah Vision Center atau layanan polimata, yang menitikberatkan pada deteksi dan penanganan gangguan penglihatan.

“Selain pelayanan rawat jalan, kami menggandeng BPJS Kesehatan untuk menyelenggarakan pemeriksaan mata. Masyarakat kini dapat mendaftar secara langsung atau daring, baik untuk layanan offline maupun online. Bahkan kacamata hasil pemeriksaan bisa diantar ke rumah pasien,” terang Akmal Rosamali saat diwawancara, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Vision Center ini menurut Akmal menghadirkan kemudahan akses bagi semua kalangan. Dia menyoroti tingginya kasus gangguan refraksi mata akibat penggunaan gawai sejak usia dini.

Baca Juga:  Gaya Hidup Sehat, Kunci Kehidupan Berkualitas diantaranya Berjalan kaki

“Bukan hanya lansia, kini anak SD, remaja, hingga dewasa banyak terdeteksi rabun jauh maupun rabun dekat,” ujarnya.

Sebelumnya, Puskesmas Perampuan juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk menggelar skrining visus dan membagikan kacamata gratis kepada siswa yang membutuhkan.

Pengembangan Layanan Sesuai Permenkes

Akmal menambahkan bahwa seluruh inovasi layanan di Puskesmas Perampuan berpedoman pada Permenkes Nomor 19 Tahun 2019 tentang integrasi layanan kesehatan primer.

“Kami melayani bayi, anak sekolah, remaja, dewasa hingga lansia. Beberapa layanan bersifat program gratis, sedangkan sebagian lainnya berbayar sesuai ketentuan, termasuk layanan yang ditanggung BPJS,” jelasnya.

Fokus penanganan gizi juga mendapat perhatian serius. Data internal Puskesmas mencatat tren penurunan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Pemkab Lombok Barat Perkuat Komitmen Penanganan Stunting Melalui Musrenbang Tematik

Program pemberian susu PKMK—didukung Pemkab Lombok Barat—telah berjalan hampir empat bulan dan kini memasuki tahap kedua.

“Stunting adalah dampak jangka panjang dari persoalan gizi. Kami melihat peningkatan berat badan pada balita underweight dan peningkatan tinggi-panjang badan pada balita stunting, meski status gizinya masih stunting. Perbaikan ini turut menekan prevalensi stunting di wilayah kerja kami,” papar Akmal.

Pendekatan Multisektoral dan Tantangan

Meski demikian, Akmal menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting memerlukan proses berkelanjutan dan sinergi berbagai pihak, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat.

“Intervensi teknis yang dilakukan tenaga kesehatan hanya sekitar 30 persen. Sisanya bergantung pada pola asuh keluarga, perilaku hidup bersih dan sehat, serta kualitas lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga:  Puskesmas Perampuan Masifkan Intervensi Gizi Terintegrasi Tekan Angka Stunting

Analisis skrining Puskesmas mengungkap bahwa stunting tidak semata-mata akibat kurang gizi. Penyakit infeksi—seperti tuberkulosis, ISPA, penyakit kulit—dan kondisi permukiman tanpa ventilasi memadai atau berdekatan dengan kandang ternak turut memengaruhi pertumbuhan anak.

Faktor perilaku merokok di lingkungan keluarga juga menjadi perhatian, khususnya di sekitar ibu hamil dan anak-anak.

“Edukasi untuk tidak merokok di dekat anak dan ibu hamil terus kami galakkan. Penanganan stunting membutuhkan intervensi spesifik gizi sekaligus intervensi sensitif seperti perbaikan sanitasi dan lingkungan secara bersamaan,” pungkas Akmal Rosamali.

Dengan komitmen bersama lintas sektor, Puskesmas Perampuan optimistis bahwa capaian penurunan angka stunting dapat terus ditingkatkan, selaras dengan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer bagi seluruh warga Lombok Barat. ***

Penulis : Ramli Ahmad

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: GONTB

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Obat Saraf Kejepit Paling Ampuh: Ini Pilihan dan Cara Kerjanya
Obat Batuk: Redakan dengan Bahan Rumahan yang Alami
Cara Memakai Masker agar Mencegah Penyakit
Ederma Clinik Hadirkan Tekhnologi Kecantikan Wonder Face Pertama di Indonesia Tanpa Bedah dan Suntik
Tips Aman Olahraga untuk Menurunkan Gula Darah
11 Olahraga untuk Menurunkan Gula Darah yang Aman Dilakukan
Deteksi Dini Kesehatan Anak, Layanan CKG Puskesmas Perampuan Sasar PAUD 
Puskesmas Perampuan Masifkan Intervensi Gizi Terintegrasi Tekan Angka Stunting
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:26 WITA

Obat Saraf Kejepit Paling Ampuh: Ini Pilihan dan Cara Kerjanya

Senin, 9 Maret 2026 - 04:41 WITA

Obat Batuk: Redakan dengan Bahan Rumahan yang Alami

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:21 WITA

Cara Memakai Masker agar Mencegah Penyakit

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:54 WITA

Ederma Clinik Hadirkan Tekhnologi Kecantikan Wonder Face Pertama di Indonesia Tanpa Bedah dan Suntik

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:51 WITA

Tips Aman Olahraga untuk Menurunkan Gula Darah

Berita Terbaru

Go Hukrim

International Law Firm Pasang Badan Bela Marga Harun

Rabu, 1 Apr 2026 - 21:23 WITA

Gambar kWh meter Prabayar milik pelanggan PLN. Foto (SAHAYA)

Go Nasional

Ini Rincian Tarif Listrik PLN per 1 April 2026

Rabu, 1 Apr 2026 - 06:42 WITA