Sejarah Al Washliyah, Tidak Pernah Berkhianat Kepada Republik Indonesia

- Reporter

Senin, 5 Agustus 2024 - 22:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – AL WASHLIYAH mempunyai dasar dan tujuan untuk melaksanakan syariat dan ajaran Islam bagi kehidupan orang-orang dan masyarakat. Dasar dan tujuan itu kian mendapatkan wadah yang kian terang di dalam negara RI, karena dasar negara kita adalah ke Tuhanan Yang Maha Esa, yang didalam Islam disebutkanTauhid.

Dasar itu demikian kuatnya, sehingga itulah sebabnya ketika diawal Proklamasi PB. AL WASHLIYAH menyatakan kepada Pemerintah Pusat di Jakarta dan kepada Gubenur Sumatera Mr. T. Hassan di Medan, dan kawatnya tanggal 9 Septemberb1945 yang berbunyi: “Al Jam’iyatul Washliyah turut mempertahankan Republik Indonesia”.

Fatwa Ulama Al Washliyah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam bulan Nopember 1945 Majalah “Medan Islam” suara resmi PB. Al Washliyah menerbitkan nomor istimewa “Tuntunan Perang Sabil” yang disusun oleh Allahu Yarham H.M. Arsyad Thalib Lubis: “Al Washliyah senantiasa hidup semati dengan Republik Indonesia [RI], tidak pernah berkhianat, dimana waktu kapanpun terhadap Negara RI yang di Proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejarah telah mencatat bahwa Al Washliyah tidaklah hanya sekedar mengucapkan turut mempertahankan RI saja, tetapi diapun bangkit bersama, pemuda-pemudanya memasuki badan-badan perjuangan seperti TKR, Hizbullah, Sabilillah, Tentara Pelajar, Muslimat, Palang Merah, Barisan Dapur Umum, berjuang di bidang fisik”.

Selanjutnya Para Ulama Al Washliyah telah mengeluarkan Fatwa yang cukup menggencarkan pasukan pendudukan Inggris-Belanda-Nica ketika itu. Fatwa tersebut berbunyi: “Orang Islam yang mati dalam pertempuran melawan orang Belanda dan pembantu-pembantunya itu [sekutu], dan matinya disebabkan oleh pertempuran itu dengan niat hendak menegakkan Islam, dihukumkan mati syahid”. [H. Bahrum Jamil, SH, Ma’had Mualimin Al Wahsliyah, Medan,1991, hlm: 329]

Baca Juga:  Usia 18 Tahun, Warga Ampenan Hafal 30 Juz Al-Qur’an

Al Jam’iyatul Washliyah Menyambut Kemerdekaan RI

Dimana ketika Al Jam’iyatul Washliyah menyambut kemerdekaan Indonesia: “Berita Kemerdekaan Indonesia, barulah pada bulan September 1945 tersebar luas di kota Medan dan sekitarnya. Berbagai-bagai sambutan penduduk menerima berita ini, ada yang tidak percaya dan ada pula yang bimbang.

Bagi Al Jam’iyatul Washliyah berita Kemerdekaan ini disambut dengan keyakinan yang penuh serta perasaan syukur dan penuh tnggung jawab. Terbukti, baru saja berita ini diketahui dengan pasti kebenarannya, maka pada tanggal 9 Oktober 1945 oleh PB. Al Jam’iyatul Washliyah lantas mengirim kawat kepada Ir. Sukarno Presiden Republik Indonesia di Jakarta dan Mr. Tk. Mohd. Hassan Gubernur Sumatera di Medan.

Al Jam’iyatul Washliyah Turut Mempertahankan Republik Indonesia

Pada tanggal 29 Oktober 1945 yaitu 20 hari kemudian lalu diadakan Konperensi Guru-guru dan Pemimpin-pemimpin serta Alim Ulama Al Jam’iyatul Washliyah untuk membicarakan tindakan dan pertanggung jawaban selanjutnya. Pada bulan Nopember 1945, Majalah Medan Islam yang pada bulan Nopember 1941 terhenti penerbitannya, lantas diterbitkan secara spontan sebagai trompet membela kemerdekaan dan sebagai penghubung kepada keluarga Al Jam’iyatul Washliyah dan umumnya rakyat Indonesia di bawah pimpinan Al Ustadz Mohd. Arsjad Thalib Lubis.

Baca Juga:  Peduli, Muslimat Al Washliyah Nusa Tenggara Barat Berbagi Jumat Berkah

Medan Islam dalam nomor istimewanya memuat tuntunan perang sabil menurut ajaran Islam dan memuat pelajaran membaca do’a qunut dalam sembahyang untuk mendo’akan kemenangan kaum muslimin dan kehancuran musuh. Dan oleh pucuk Pimpinan Pemuda diterbitkan pula satu majalah khusus untuk menggerakkan semangat pemuda dalam mempertahankan Kemerdekaan yang bernama “Pedoman Pemuda”.

Majalah ini special mengkobar-kobarkan semangat peperangan dan pengertian yang mendalam tentang perang sabil dan mati syahid untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia”. [Dikutip dari buku Al Jam’yatul Washliyah 1/4 abad, hlm:126]

HM. ARSYAD THALIB LUBIS, Ulama, Tokoh Nasional, Pendiri  Organisasi Islam Al Jam'iyatul Washliyah.

Foto: HM. ARSYAD THALIB LUBIS, Ulama, Tokoh Nasional, Pendiri Organisasi Islam Al Jam’iyatul Washliyah.

Andil Ulama Al Washliyah Dalam Kemerdekaan RI

Fatwa para ulama Al Washliyah yang menyatakan bahwa perang untuk mengusir penjajah adalah “JIHAD FI SABILILLAH” mengorbankan semangat tempur para pejuang. Ada yang gugur dan menjadi Syuhada’ dalam pertempuran itu. Namun pertempuran tersebut telah membuka mata dunia internasional bahwa bangsa Indonesia yang berdaulat masih ada dan putra-putri Indonesia telah bertekad bulat untuk mempertahankan kemerdekaan hingga titik darah penghabisan.

Dari catatan sejarah itulah kita mengetahui bahwa Ulama Al Washliyah amatlah besar memberikan andil dalam kemerdekaan. Kemerdekaann negara kita ini bukan merupakan hadiah pemberian bangsa asing; kemerdekaan negara kita telah ditebus oleh oleh pahlawan bangsa [ulama al washliyah] dengan harga yang sangat mahal yaitu dengan darah dan nyawa, bahkan harta benda yang dikorbankan untuk perjuangan melawan penjajah, mengusir dari bumi tumpah darah Indonesia.

Baca Juga:  Anak Denny Cagur sukses jadi paskibraka di upacara HUT ke-80 RI di Banten

Pada dasarnya landasan perjuangan ulama Al Washliyah pada masa lalu itu adalah membenci kezhaliman dan keangkara murkaan yang telah diperbuat oleh penjajah mereka menyadari bahwa kezhaliman dan penindasan tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Allah SWT. yang tertuang dalam Syari’at Islam.

Ulama dan pejuang Al Washliyah itu, secara fisik memang mereka sudah tiada namun secara spiritual mereka adalah masih hadir di tengah-tengah kita. Dalam kaitan ini patut kiranya kita merenungkan firman Allah SWT. berikut ini: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, [bahwa mereka itu] mati; bahkan [sebenarnya] mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. [QS. Al Baqarah: 154]

Semoga sejarah dari apa yang kami sampaikan ini dapat menjadi cemeti bagi Washliyyin dan Washliyyat yang perjalanan perjuangan yang masih panjang dalam mengembangkan Organisasi Al Washliyah serta amal-amal yang terus kita tinhkatkan di tengah masyarakat bqngsa dan negara.

Nashrum minallahi wa fathun qariib wabasysyiril mu’minin.
Hiduplah Al Washliyah zaman berzaman. Semoga perjuangan dan perlindungan serta kasih sayang Allah SWT, senantiasa menyertai kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cerita Idul Fitri 2026: Mudik Tenang dengan Mobil Listrik, Dinda Rasakan Kemudahan SPKLU PLN
Menghidupkan Napas Peresean Dalam Sandiwara Radio
Berkah Ramadhan, PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Ribuan Warga Lewat Light Up The Dream
Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem
Safari Ramadhan “Jelajah Sosial Autore” Sambangi Korban Banjir di Jerowaru
Momentum Ramadhan, PLN NTB dan YBM PLN Hadirkan Clean Up dan Pengobatan Gratis
Nonton Bareng Film MAIRA, hadirkan kebahagiaan untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
Hasil Ladang Kebun, antarkan Niat Suci Mantan Kepala Desa Tepal Umroh
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:43 WITA

Cerita Idul Fitri 2026: Mudik Tenang dengan Mobil Listrik, Dinda Rasakan Kemudahan SPKLU PLN

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:14 WITA

Menghidupkan Napas Peresean Dalam Sandiwara Radio

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:15 WITA

Berkah Ramadhan, PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Ribuan Warga Lewat Light Up The Dream

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:25 WITA

Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid Bukber dengan Warga dan Pengurus NasDem

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:27 WITA

Safari Ramadhan “Jelajah Sosial Autore” Sambangi Korban Banjir di Jerowaru

Berita Terbaru