Fenomena yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa banyak orang yang shalat dengan asal-asalan tanpa menghadirkan kekhusyu’an. Ia hanya shalat dengan serangkaian bacaan dan gerakkan, tanpa pemaknaan.
Karenanya banyak pula kita temukan orang yang rajin shalat. Tetapi sayang, shalat yang ia lakukan tidak memberi pengaruh apa-apa bagi dirinya terutama pada sikap dan akhlaknya sehari-hari. Padahal, hal itu tidak akan terjadi jika ia mendirikan shalat dengan sempurna, seperti menghadirkan kekhusyu’kan dan merenungi bacaan di dalamnya.
Pada waktu yang sama, pengaruh shalat bagi seorang hamba dilihat dari kualitas shalatnya. Kasus seperti di atas menunjukkan bahwa shalat sebagian orang baru sebatas dapat menggugurkan kewajiban dan belum menghasilkan pahala yang terbaik disisi Allah SWT.
Oleh karena itu, hendaknya kita lebih sungguh-sungguh dalam memaknai shalat dan menghindari amalan-amalan yang dapat membuatnya sia-sia, agar shalat tak sia-sia. Dengan demikian, shalat sebagai barometer keislaman seseorang bisa benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya. Wallahu a’lam bishawab. Selamat Membaca. Semoga Bermanfaat.
Referensi: Dikutip dari berbagai sumber.














