Hidup yang tidak tenang ibarat orang lemah seluruh badan. Maka, untuk menenangkan hidup, obatnya adalah shalat, seperti halnya untuk memulihkan tenaga maka orang itu harus banyak makanan-makanan yang bergizi.
Apabila hendak bershalat namun pikirannya tidak siap untuk khusyu’, maka orang itu ibarat sedang sakit gigi sehingga malas untuk makan. Agar enak makan maka hendaknya mencari obat yang khusus untuk sakit gigi terlebih dahulu, setelah giginya sembuh maka ia akan dapat nenikmati makannya, maka stamina tubuhnya akan kembali pulih dan bergairah.
Maka untuk memulihkan “stamina” jiwanya, ia harus banyak “mengkonsumsi” ibadah seperti shalat. Nah apabila kita ingin agar dapat, menenangkan hidup dengan shalat khusyu’, maka hendaklah terlebih dahulu banyak beristighfar dan membaca Al-Qur’an. Insya Allah shalat itu akan terasa nikmat, melebihi nikmat yang dirasakan oleh orang yang sedang makan makanan lezat setelah baru sembuh dari sakit giginya itu.
Dengan shalat yang khusyu’ kita akan mendapatkan puncak ketenangan, biasanya perlu banyak menikmati kekhusyu’an itu, juga akan menambah karunia-Nya, nenghilhami kita semua dengan ma’rifat dan penampakan yang dapat mengantar pada khusyu’, baik dalam shalat maupun pada setiap saat, pada tiap langkah kaki dan jalan pikiran, pada gerakan dan perasaan.
Agar Shalat Tak Sia-Sia
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















