BPBD NTB: Garis Pantai Kota Mataram Berpotensi Abrasi

Jumat, 25 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi. Foto (Dedi Suhadi/gontb)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi. Foto (Dedi Suhadi/gontb)

Mataram, GONTB – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi menjelaskan Kota Mataram yang memiliki garis pantai sejauh 9 KM yang terbentang mulai dari wilayah Meninting hingga Mapak berpotensi terjadinya abrasi atau kerusakan pantai akibat air laut.

“Sepanjang pantai yang ada di wilayah Kota Mataram punya potensi terjadinya abrasi,” katanya, Kamis 24 April 2025.

Baca Juga:  Polresta Mataram Musnahkan Barang Bukti Shabu Seberat 15,72 gram

Untuk meminimalisir dampak abrasi, jelas Ahmadi perlu dilakukan penanaman pohon di sepanjang garis pantai selain sebagai upaya mencegah terjadinya abrasi.

“Pohon yang ditanam sesuai karakter pantainya, bisa pohon waru atau pohon lainnya yang cocok dengan kondisi pantai,” katanya.

Baca Juga:  Mengintip Keseruan South Outside Music Fest Semarang 2024 yang Dihadiri 7000-an Orang Demi Menggila Bareng Sederet Band Legendaris Indonesia!

Dampak dari abrasi yang terjadi di daerah Mapak, jelas Ahmadi, saat ini pemerintah kota Mataram sudah mengevakuasi sekitar 100 KK ke rumah singgah sementara.

“Sudah ada 100 an kepala keluarga yang dievakuasi ke rumah singgah sementara oleh pemerintah Kota Mataram,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah

Selain itu, jelas Ahmadi ada beberapa titik di wilayah pantai Kota Mataram yang berpotensi terjadinya rob atau naiknya air laut ke darat.

“Wilayah Penghulu Agung Mataram berpotensi terjadi rob,” katanya.***

Berita Terkait

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan
Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa
Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi
Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar
Tidak Ingin PPPK Paruh Waktu Hanya Ganti Label, Ini Desakan Ketua Fraksi PKS
Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat
40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan
Semangat “Berembuk”, Muhamad Halil Siap Kembalikan Martabat Desa Bagik Polak

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:36

Ngadu Ke Dewan, Kaling Minta Gaji UMR dan Pemekaran Lingkungan

Minggu, 6 September 2026 - 17:40

Polda NTB Turunkan Tim Investigasi Laksanakan Olah TKP Lokasi Meninggalnya Penambang di Desa Lantung Sumbawa

Minggu, 6 September 2026 - 17:38

Kurang 1×24 Jam Tim URC Polresta Mataram Amankan Diduga Pelaku Penganiayaan dan Bawa Senpi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33

Kunjungan Wisata Unggulan Mataram Menurun Gegara Tongkrongan, Fraksi PKS Kritik Keras Sikap Pasrah Dispar

Selasa, 1 September 2026 - 22:07

Aturan Tempat Hiburan di Mataram, Komisi I: Dukung Investasi Asalkan Bebas Maksiat

Berita Terbaru