Agro-Maritim, Perkuat Ketahanan Pangan NTB

Jumat, 23 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB,  Yusron Hadi menyatakan salah satu langkah menuju NTB  makmur dan mendunia dengan menghadirkan Bincang Kamisan yang membahas isu hangat dan disebarluaskan kepada publik.

“Program Bincang Kamisan diharapkan menumbuhkan kepercayaan publik kepada pemerintah daerah demi mewujudkan NTB Makmur dan Mendunia,” katanya, Kamis 22 Mei 2025.

Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain menjelaskan Agro-Maritim merupakan pendekatan yang mengintegrasikan potensi darat, laut dan udara sebagai satu kesatuan ekosistem ekonomi, sosial dan ekologi.

“Kita ingin transformasi ekonomi NTB tidak lagi tergantung pada sektor tambang,” katanya.

Baca Juga:  Airbus Atlas, Raksasa Dirgantara Baru TNI AU untuk Misi Perang dan Kemanusiaan

Sekarang ini, menurut Iskandar lebih dari 82% ekonomi NTB ditopang oleh tambang dan itu tidak boleh dibiarkan.

“NTB harus beralih ke sektor non-tambang seperti pertanian, peternakan dan perikanan,” katanya.

Menurut Iskandar, hilirisasi menjadi fokus dalam pendekatan Agro-Maritim dan  pemerintah telah memetakan 38 komoditas yang tersebar di berbagai sektor, terutama pertanian dan kehutanan.

“Potensi ini akan dipetakan sampai ke tingkat desa agar kebijakan dan intervensi program tidak salah sasaran,” katanya.

Iskandar menambahkan, sektor perikanan turut menjadi perhatian. Dimana, panjang garis pantai NTB yang mencapai 2.333 km menyimpan potensi besar.

Namun, kata Iskandar, salah satu tantangannya adalah volume ekspor dan infrastruktur pelabuhan.

Baca Juga:  Jelang Nataru, Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG

“Produk ikan kita banyak, tapi untuk ekspor kita butuh pasokan besar dan moda transportasi langsung. Ini PR agar ada kapal ekspor langsung dari NTB,” katanya.

Sedang Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Agus Hidayatullah menyatakan ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pokok seperti padi atau umbi-umbian, tapi juga menyangkut aspek produksi, distribusi hingga pengolahan hasil.

“Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan hanya dari sisi on-farm, kita harus perhatikan aspek off-farm seperti distribusi, pengolahan hasil pertanian dan menghindari food loss,” kata Agus.

Menurut Agus, tantangan besar provinsi NTB saat ini adalah keberlanjutan produksi pertanian. Salah satunya karena penggunaan pupuk dan pestisida yang semakin tidak efektif akibat resistensi organisme pengganggu tanaman.

Baca Juga:  Kapolda NTB Letakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Subsidi Untuk Anggota Polri

“Setiap tahun dosisnya naik padahal itu menjadi beban buat petani maupun distributor. Harus ada pendekatan baru dan teknologi tepat guna,” jelasnya.

Selain itu, Agus juga menyoroti peran NTB dalam industri kopi nasional.

Menurutnya, meski NTB memiliki potensi besar namun belum serius menggarap komoditas ini.

“Kita punya kopi bagus, tapi sering dilewatkan dalam forum-forum nasional. Bahkan Bali pun jual kopi dari biji kita. Artinya kita punya potensi, tinggal keseriusan membina dari hulu ke hilir,” kata Agus.*

Berita Terkait

P3K Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Guru Berstatus PTK Penuh Waktu Berkesempatan Jadi PNS
Pulihkan Listrik, PLN Kirim Tim Recovery ke Daerah Terpencil Terdampak Gempa di Flores NTT
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Polsek Sandubaya Amankan Kunjungan Gus Miftah di Sejumlah Destinasi Religi dan Budaya di Cakranegara
Ganggu Kenyamanan Warga, Anggota Dewan Soroti Izin Operasional Bajawa 
Dari Pesisir Tobelo, PLN Menanam Harapan untuk Generasi Mendatang
Jaga Terang di Momentum Kemerdekaan RI, PLN Perkuat Keandalan Pembangkit di Bima
Guru! Pilar Pencerdasan Kehidupan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:46

P3K Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Guru Berstatus PTK Penuh Waktu Berkesempatan Jadi PNS

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:21

Pulihkan Listrik, PLN Kirim Tim Recovery ke Daerah Terpencil Terdampak Gempa di Flores NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:25

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:17

Polsek Sandubaya Amankan Kunjungan Gus Miftah di Sejumlah Destinasi Religi dan Budaya di Cakranegara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:50

Ganggu Kenyamanan Warga, Anggota Dewan Soroti Izin Operasional Bajawa 

Berita Terbaru