Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan

Sabtu, 13 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GONTB – Menyambut HUT ke 67 Provinsi NTB, Pemerintah Provinsi NTB menggelar pameran kain di Museum NTB yang digelar mulai dari tanggal 10 Desember 2025 hingga 24 Januari 2026.

Menurut Pamong Budaya Ahli Madya Museum NTB yang juga kurator pameran, Bunyamin jelasnya ada sebanyak 59 benda yang dipamerkan.

Baca Juga:  55 Lukisan Kaligrafi di Pamerkan di Taman Budaya Mataram

“Ada 59 benda yang dipamerkan, 50 benda berupa kain, sedang lainnya berupa benda pendukung seperti takepan dan lainnya,” katanya, Jumat 12 Desember 2025.

Dari lima puluh kain yang dipamerkan, jelas Bunyamin ada satu kain yang terdeteksi paling tua yakni kain Meraja Sangaji.

Kain Meraja Sangaji digunakan saat pernikahan Sultan Abdul Hamid dari Bima dan Sultana Syafiyatudin dari Sumbawa pada tahun 1790.

Baca Juga:  Senggigi Reborn, Masyarakat dan ASN Bersihkan Senggigi

Selain kain Meraja Sangaji, jelas Bunyamin beberapa kain tua yang turut dipamerkan dalam pameran dengan tema “Kain dan Diplomasi Budaya,” diantaranya yakni Kain Patola (1870 – 1970), Lempot Umbaq (1875 -1925), Jowong (1875 – 1925),Kain Selendang Pelangi, Kain Karang Kari, Kain Rembang, Kain Umbaq, Kain Lok Can dan Songket Singapura (1925 – 1970).

Baca Juga:  Pemerhati Budaya Sasak Soroti Kontroversi Dancer Kecimol Terkesan Erotis

“Selain kain yang berusia tua, dipamerkan juga kain hasil karya siswa sekolah luar biasa (SLB yakni SLB 1 Tanjung dan SLB 1 Lombok Barat,” katanya.***

Penulis : Dedi Suhadi

Editor : M. Sukri Aruman

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok
Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang
Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional
Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Desa Kuripan Gelar Pertandingan Peresean Meriahkan HUT RI ke-80
KSBN: Kuliner Bagian Pemersatu Bangsa
Pemerhati Budaya Sasak Soroti Kontroversi Dancer Kecimol Terkesan Erotis
Senggigi Reborn, Masyarakat dan ASN Bersihkan Senggigi

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:24

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:05

Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:54

Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:07

Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:26

Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Berita Terbaru