Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

- Reporter

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Utara, GONTB – Prosesi tanam padi pertama (Dewasain) yang dilakukan oleh para petani di Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara digelar pada Kamis, 1 Januari 2026. Dewasain ini memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Desa Gondang terkhusus masyarakat petani. Menurut Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Subak Pelopor Gondang, Ahmad Rusmaidi prosesi Dewasain menjadi awal mula dilaksanakannya penanaman padi oleh petani di seluruh wilayah Desa Gondang. “Tidak boleh petani menanam padi sebelum dilaksanakan prosesi Dewasain,” katanya.
Baca Juga:  Catatan Aswan Nasution: HUT ke-95 Al-Washliyah
Menurut Rusmaidi, sebelum acara prosesi tanam padi (Dewasain), Ketua Subak memasuki Montong Dewa (area khusus) untuk berdoa kepada sang pencipta alam dan melakukan ‘komunikasi’ dengan para leluhur, berharap padi yang ditanam memberikan hasil melimpah. Setelah itu, para petani yang dipimpin oleh tokoh agama memanjatkan zikir dan doa. Usai berdoa, dilanjutkan dengan penanaman padi pertama oleh Ketua Subak atau para orang tua yang diikuti oleh para petani dilahan Pecatu adat seluas 4 hektar.
Baca Juga:  PLN UIW NTB Gelar Apel Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Berbasis Kolaborasi
Setelah itu, kata Rusmaidi barulah para petani lain di Desa Gondang bisa melakukan tanam padi. “Para petani baru diperkenankan menanam padi setelah prosesi Dewasain atau setelah tanggal 1 Januari,” katanya. Dalam setahun, kata Rusmaidi petani di Desa Gondang menerapkan pola tanam padi – palawija – padi. Dengan pola tanam padi – palawija- padi, jelas Rusmaidi selain bisa meminimalisir terjadinya serangan hama juga mencegah terjadinya kejenuhan pada tanah. Dengan keteraturan pola tanam tersebut, jelasnya hasil padi maupun palawija sesuai harapan petani.
Baca Juga:  Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan
“Alhamdulillah, hasil panen selalu sesuai harapan,” katanya. Hasil panen yang sesuai harapan tersebut, menurut Rusmaidi tentu tak lepas dari usaha yang dilakukan petani dengan menerapkan praktek pertanian sesuai petunjuk baik dari para penyuluh pertanian maupun kebiasaan para leluhur. “Yang tak kalah, Perkumpulan Petani Pemakai Airlah pentingnya, dibalik usaha yang dilakukan petani, doa terus dipanjatkan kepada sang pencipta. Mulai dari sebelum penanaman padi hingga panen,” katanya. ***  

Penulis : Dedi Suhadi

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional
Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan
Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Desa Kuripan Gelar Pertandingan Peresean Meriahkan HUT RI ke-80
KSBN: Kuliner Bagian Pemersatu Bangsa
Pemerhati Budaya Sasak Soroti Kontroversi Dancer Kecimol Terkesan Erotis
Senggigi Reborn, Masyarakat dan ASN Bersihkan Senggigi
55 Lukisan Kaligrafi di Pamerkan di Taman Budaya Mataram
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:05 WITA

Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:54 WITA

Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:07 WITA

Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:26 WITA

Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:30 WITA

Desa Kuripan Gelar Pertandingan Peresean Meriahkan HUT RI ke-80

Berita Terbaru