Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok

Didukung Pemain Teater dan Penyiar Radio Ternama di NTB, Tradisi Peresean Digarap Jadi Serial Sandiwara Radio 7 Episode

- Reporter

Senin, 30 Maret 2026 - 07:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Napas Peresean.

Napas Peresean.

Mataram, GONTB – Tradisi peresean khas masyarakat Sasak Lombok kini memasuki medium baru.

Warisan budaya yang selama ini identik dengan arena pertarungan rotan tersebut akan diangkat menjadi serial sandiwara radio bertajuk “Napas Peresean dalam Sandiwara Radio”.

Program ini dirancang sebagai drama audio berseri yang menampilkan kisah kehidupan para pepadu, figur sentral dalam tradisi peresean yang sarat nilai keberanian dan solidaritas. Produksi ini melibatkan sejumlah penulis, penyiar, hingga praktisi radio berpengalaman di Nusa Tenggara Barat (NTB).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini menghadirkan kisah dramatik tentang dunia para pepadu, para petarung dalam tradisi peresean yang dikenal sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan persaudaraan. Melalui pendekatan sandiwara radio, tradisi tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk cerita yang menyoroti sisi kemanusiaan para pelakunya,” ungkap M. Sukri ‘Ray Aruman’ selaku inisiator sekaligus produser audio dramania ‘Napas Peresean dalam Sandiwara Radio’.

Pemilihan thema Peresean dalam produksi sandiwara radio ini tidak dilakukan secara instan.

Sukri menegaskan, proses pengembangan cerita diawali dengan riset mendalam melalui kajian pustaka, pengumpulan cerita lama, serta wawancara dengan sejumlah pihak yang memahami perjalanan para pepadu.

Baca Juga:  Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional

“Sebagai produser, saya membentuk tim kecil yang melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita-cerita lama, dan melakukan berbagai wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui perjalanan hidup para pepadu,” jelasnya.

Dalam pengembangan naskah, Sukri menggandeng jurnalis senior NTB dan penulis buku, Buyung Sutan Muhlis. Naskah sandiwara radio disebut telah rampung dan siap memasuki tahap produksi.

”Alhamdulillah, naskah sandiwara sudah tuntas ditulis beliau dan siap produksi,” ujarnya.

Sementara itu, proses produksi turut melibatkan sejumlah nama praktisi media dan penyiar radio kondang. Sebut saja Dedi Suhadi yang dipercaya sebagai sutradara.

Mantan Penyiar Senior RRI Mataram Esdarita didaulat sebagai sebagai pembawa cerita dan narrator.

Sedangkan penggarapan Pustaka musik, Teknik produksi dan montase dipercayakan kepada Zamy Sangga Firdaus selaku konten kreator audiovisual muda berbakat.

Tidak hanya itu, produksi ini juga akan menghadirkan kembali penyiar dan pemain sandiwara radio yang pernah populer pada masa kejayaan radio di NTB.

Sukri menilai langkah ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus strategi untuk menjaga kualitas artistik.

Baca Juga:  Liga Siekas! PLN UIW NTB Pastikan Keandalan Listrik

“Dengan menghadirkan kembali para aktor suara berpengalaman, saya berharap drama radio ini memiliki kualitas artistik yang kuat sekaligus menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah hidup bersama kejayaan radio,” tandasnya.

Untuk menjaring pengisi suara, timnya menggandeng komunitas penyiar radio seperti Tenda Siar NTB dan Radio Kita. Proses audisi direncanakan menghasilkan talenta terbaik dari kalangan praktisi radio lokal.

“Insyaallah proses audisi pengisi suara akan menghasilkan talent terbaik,” sebutnya.

Serial ini direncanakan terdiri dari tujuh episode yang mengangkat perjalanan seorang anak yang tumbuh di lingkungan peresean.

Cerita akan mengeksplorasi dinamika kehidupan, mulai dari keberanian, luka, hingga makna persaudaraan dalam tradisi tersebut.

Produksi ini tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada publik yang lebih luas melalui medium audio.

“Saya membayangkan bagaimana kisah-kisah heroik para pepadu Peresean dapat dihidupkan kembali melalui medium audio,” ulas Sukri.

Ia menambahkan, radio memiliki kekuatan dalam membangun imajinasi pendengar, sebagaimana era kejayaan sandiwara radio pada dekade 1980–1990-an.

Baca Juga:  Hasil Ladang Kebun, antarkan Niat Suci Mantan Kepala Desa Tepal Umroh

“Kita ingin menghadirkan kembali pengalaman itu, tetapi dengan cerita dari Lombok, dengan napas budaya Sasak yang kuat. Sebuah drama yang bukan hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga menampilkan perjalanan hidup, persahabatan, rivalitas, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Peresean,” tandasnya.

Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP.

Sukri menilai dukungan tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui karya kreatif.

“Dukungan ini menjadi bukti bahwa negara memberi ruang bagi inisiatif kreatif masyarakat dalam merawat warisan budaya. Bagi saya pribadi, dukungan ini bukan sekadar bantuan program. Ini adalah kepercayaan bahwa cerita-cerita dari Lombok layak untuk diangkat dan dibagikan kepada publik yang lebih luas,” imbuhnya.*

Tentang Program

Judul: Napas Presean dalam Sandiwara Radio

Jumlah Episode:
7 Episode

Produser: M. Sukri AR

Penulis Naskah dan Ide Cerita:
Buyung Sutan Muhlis

Pembawa Cerita/Narator:
Esdarita

Teknik dan Montage:
Zami Sangga Firdaus

Sutradara :
Dedi Suhadi

Didukung oleh:
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
melalui Program Dana Indonesiana

Penulis : Redaksi GONTB

Editor : Redaksi GONTB

Sumber Berita: Napas Peresean

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang
Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional
Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan
Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Desa Kuripan Gelar Pertandingan Peresean Meriahkan HUT RI ke-80
KSBN: Kuliner Bagian Pemersatu Bangsa
Pemerhati Budaya Sasak Soroti Kontroversi Dancer Kecimol Terkesan Erotis
Senggigi Reborn, Masyarakat dan ASN Bersihkan Senggigi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:24 WITA

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:05 WITA

Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:54 WITA

Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:07 WITA

Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:26 WITA

Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

Go NTB

Sekda NTB: Aplikasi My LPTQ NTB Tetap Mutakhir dan Bermanfaat

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:00 WITA