Mataram, GO NTB – Aksi meresahkan sekelompok pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) sambil mengendarai sepeda motor pada malam hari di Kota Mataram memicu kecaman keras. Video aksi tersebut sempat beredar luas dan viral di media sosial, mencoreng citra keamanan serta ketertiban di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.
Anggota komisi I DPRD Kota Mataram, H. Abdullah, mendesak Satpol PP, bersama pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas.
“Kalau saran saya, penting juga ini, Satpol PP harus tetap turun deh. Kalau bisa tetap turun, menjaga. Ini kan istilahnya patroli malam-malam, jam-jam tertentu harus turun,” ujar H. Abdullah baru-baru ini.
Menurut H. Abdullah, kehadiran aparat di lapangan pada jam-jam rawan sangat krusial. Tidak hanya untuk menindak pelaku pembawa sajam, tetapi juga memberantas berbagai penyakit masyarakat lainnya seperti aksi balap liar dan kerumunan remaja hingga larut malam.
“Bukan hal-hal ini saja, tapi terkait balap liar, atau hal-hal yang lainnya itu banyak. Kadang-kadang kan pulang malam itu, jam 12, jam setengah 1 malam itu masih banyak yang kumpul-kumpul,” imbuhnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, ia juga mendorong Satpol PP Kota Mataram untuk menggandeng Dinas Pendidikan dalam memberikan edukasi langsung kepada para pelajar di sekolah-sekolah.
“Memberikan edukasi ke pelajar juga solusi efektif menekan kenakalan remaja,” Ujarnya (11/9/2026).
Lebih lanjut, politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bersikap tanpa kompromi karena tindakan para pemuda tersebut sudah meresahkan masyarakat luas. Ia secara khusus meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas video viral tersebut, mengingat wajah sejumlah pelaku terekam jelas oleh kamera.
“Kepolisian harus menindaklanjuti hal-hal seperti ini, video-video seperti ini harus ditindaklanjuti. Kalau bisa dicari orang-orangnya, karena kan sebagian muka-muka mereka itu kelihatan dalam video. Nah, gimana caranya kepolisian itu bisa melacak atau mencari lah orang-orang ini yang meresahkan,” tegasnya.
Selain menuntut aksi nyata dari aparat dan pemerintah, H. Abdullah turut memberikan imbauan kepada para orang tua dan masyarakat Kota Mataram. Ia mengingatkan bahwa kondusifitas kota tidak akan tercipta tanpa pengawasan ketat dari lingkungan keluarga.
Ia meminta para orang tua lebih peka terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah pada malam hari. Idealnya, anak-anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 atau 23.00 WITA, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak.
“Jangan sampai hal-hal seperti ini, nanti orang tua lihat berita, tidak tahunya anak orang, eh ternyata anaknya sendiri yang begitu. Jangan sampai seperti itu,” pesannya mengingatkan.
H. Abdullah, juga menekankan bahwa sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama menjaga keamanan Kota Mataram. Pengawasan terhadap pergaulan dan penerapan jam malam bagi anak oleh orang tua menjadi bentuk dukungan nyata dari masyarakat.
“Kerjasama antara aparat penegak hukum maupun pemerintahan ini tidak bisa berjalan kecuali dengan dukungan dari masyarakat. Bentuk dukungan dari masyarakat ya seperti itu, bagaimana caranya menjaga anaknya,” pungkasnya.















