Listrik untuk Rakyat, PLN Tingkatkan Kontribusi Energi Hijau di NTB

- Reporter

Jumat, 4 Juli 2025 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai PLN saat memantau di PLTS. Foto (PLN NTB).

Pegawai PLN saat memantau di PLTS. Foto (PLN NTB).

GONTB — PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, khususnya melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Lombok.

Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi PLN NTB untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2050 Provinsi NTB, sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional.

Saat ini, total kapasitas terpasang PLTS di sistem Lombok telah mencapai 22,42 MW yang tersebar di beberapa lokasi seperti Pringgabaya, Selong, Sengkol, dan Sambelia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kontribusi PLTS terhadap daya terpasang mencapai 4,3 persen, memberikan dorongan signifikan terhadap bauran energi baru terbarukan (EBT) di wilayah NTB.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa pengembangan energi hijau bukan hanya menjadi tanggung jawab nasional, tetapi juga menjadi prioritas utama PLN di NTB.

Baca Juga:  PLN Sukses Amankan Pasokan Listrik pada Pocari Sweat Run Mandalika 2025

“Kami berkomitmen penuh menghadirkan energi bersih dan berkelanjutan di wilayah ini. PLTS adalah salah satu langkah strategis kami untuk mempercepat bauran EBT dan mencapai Net Zero Emission 2050 di NTB,” ujar Sri Heny melalui rilis resmi yang diterima BERBAGI News. Jumat (4/7/2025).

PLN mencatat bahwa pesatnya pertumbuhan PLTS dibandingkan pembangkit EBT lainnya disebabkan oleh potensi energi surya yang tinggi di NTB, biaya pemasangan yang semakin kompetitif, serta keuntungan lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca saat beroperasi. Energi listrik dari PLTS dinilai mampu menurunkan emisi karbon dengan faktor emisi sebesar 1,11 ton CO₂ per MWh.

Baca Juga:  Berikut Klarifikasi Pemprov NTB: PON 2028 di NTB Terancam Pindah?

Untuk menjaga stabilitas sistem, PLN NTB juga telah menyusun rencana pengembangan PLTS yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi ini akan membantu mengatasi tantangan intermitensi atau ketidakstabilan pasokan listrik dari sumber surya, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit EBT di NTB sebesar 334 MW untuk PLTS+BESS. Selain itu, PLN juga merancang pengembangan pembangkit tenaga angin, air, arus laut, panas bumi, dan biomassa. Langkah ini akan meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi hingga 25,2% pada tahun 2034.

PLN NTB terus mengembangkan energi terbarukan dengan pendekatan kolaboratif dan terarah. Dukungan pemerintah daerah serta kebijakan dari pemerintah pusat memperkuat langkah PLN dalam menyederhanakan perizinan dan menyusun regulasi teknis yang mendukung. Dengan strategi ini, pengembangan energi bersih di NTB berjalan semakin efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Tiket Proliga 2025 Tersedia di PLN Mobile, Begini Cara Pembeliannya!

Sri Heny menambahkan bahwa upaya transisi energi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Transisi menuju energi bersih adalah investasi untuk masa depan NTB yang lebih hijau, mandiri energi, dan tangguh secara ekonomi,” tutupnya.

Dengan roadmap yang terstruktur dan tekad yang kuat, PLN UIW NTB menargetkan Lombok dan wilayah NTB menjadi contoh keberhasilan pembangunan energi hijau di kawasan timur Indonesia. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waoo! Inovasi Keren Guru MTsN 2 Lombok Barat: Hidupkan Literasi Al-Qur’an Melalui Seni Kaligrafi
Wujudkan Syukur, WEFA dan Human Initiative Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah bagi Santri Ponpes Nurussalam Tanak Awu
Pelantikan Pengurus MUI NTB, Masalah Sosial Jadi Perhatian
Mi6 Dukung Perpres No 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Lahan Sawah : Data Harus Rapi, Daerah Jangan Dibelenggu
Anggota DPR RI Fauzan Khalid Apresiasi Digitaliasi Pelayanan Pertanahan di Kota Tangerang
I Putu Dedy Saputra Resmi dilantik Jadi Ketua ORADO Provinsi NTB periode 2026–2030
Pemprov NTB dan IOA Gelar Malam Amal, Penguatan Kapasitas Guru Tak Bisa Ditunda
Strategi NTB Entaskan Kemiskinan Ekstrem: Menakar Efektivitas Program Desa Berdaya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:06 WITA

Waoo! Inovasi Keren Guru MTsN 2 Lombok Barat: Hidupkan Literasi Al-Qur’an Melalui Seni Kaligrafi

Rabu, 15 April 2026 - 20:34 WITA

Wujudkan Syukur, WEFA dan Human Initiative Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah bagi Santri Ponpes Nurussalam Tanak Awu

Sabtu, 11 April 2026 - 22:20 WITA

Pelantikan Pengurus MUI NTB, Masalah Sosial Jadi Perhatian

Rabu, 8 April 2026 - 19:33 WITA

Mi6 Dukung Perpres No 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Lahan Sawah : Data Harus Rapi, Daerah Jangan Dibelenggu

Rabu, 8 April 2026 - 09:18 WITA

Anggota DPR RI Fauzan Khalid Apresiasi Digitaliasi Pelayanan Pertanahan di Kota Tangerang

Berita Terbaru