Polsek Kediri Tegaskan Komitmen Cegah dan Tangani Kasus Bullying di Lingkungan Pendidikan

Jumat, 12 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat, GONTB – Kapolsek Kediri menegaskan sikap tegas dan serius dalam menyikapi maraknya kasus perundungan (bullying) yang kerap terjadi di sekolah, pondok pesantren, maupun lingkungan pendidikan lainnya.

Kapolsek Kediri, IPTU Pulung Anggara Surya Putra, menyatakan bahwa fenomena bullying ini sudah sangat mengkhawatirkan karena menimbulkan dampak luas, mulai dari luka psikis, fisik, hingga berujung pada kehilangan nyawa.

“Kasus bullying di sekolah, pondok pesantren, dan lingkungan pendidikan lainnya sudah sangat meresahkan. Ini menjadi perhatian kami di Polsek Kediri, karena dampaknya sangat luas, mulai dari luka psikis, fisik, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa,” ujar IPTU Pulung dalam pernyataannya, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga:  Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram

Lebih lanjut, IPTU Pulung menghimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya orang tua, tenaga pendidik, dan para pelajar, untuk bersama-sama berperan dalam mencegah terjadinya perundungan.

“Kami mengingatkan agar semua pihak waspada dan aktif mencegah terjadinya bullying. Jangan sampai kasus ini terus berulang karena dampaknya bisa fatal, bahkan mendorong korban untuk melakukan tindakan nekat,” tegasnya.

Baca Juga:  Kasus Pemerkosaan Anak di Kuripan Belum Ada Titik Terang, Keluarga Desak Polres Lobar Segera Bertindak

Meski penanganan penyidikan kasus bullying menjadi kewenangan Unit PPA di tingkat Polres, Polsek Kediri memastikan akan tetap mengambil langkah pencegahan secara aktif.

Sosialisasi dan pendekatan ke sekolah-sekolah akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi.

“Mitigasi itu penting. Kami akan lakukan sosialisasi dan pendekatan ke sekolah-sekolah. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” jelas IPTU Pulung.

Baca Juga:  Dir Ditreskrimum Polda NTB: Berkas Perkara IWAS diserahkan ke Kejaksaan

Kapolsek Kediri menambahkan bahwa keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif bukan hanya tugas aparat kepolisian semata, melainkan memerlukan peran bersama seluruh elemen masyarakat.

“Untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, semua elemen masyarakat harus bersatu. Kita harus sejalan, satu frekuensi, dalam melakukan pencegahan. Harapan kami, fenomena bullying ini bisa ditekan, bahkan dihilangkan dari wilayah kita,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Tertangkap Curi Rokok di Mataram, Pria Asal Dompu Ternyata DPO Curanmor di Maluk
Penganiayaan! Sepasang Kekasih Asal Bima Berdamai Lewat Restorative Justice
PN Mataram Tegaskan Putusan Inkracht, Eksekusi Lahan Seluas 27.370 Meter Persegi di Lembar Selatan Berjalan Lancar
Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah
Kapolsek Lingsar Lepas 500 Warga di Jalan Sehat Semarak HUT RI Ke-81
Dugaan Penganiayaan Murid Kelas 5 SDN 1 Peteluan Indah, Orang Tua Korban Tempuh Jalur Hukum ke Polresta Mataram
Patroli Hingga Subuh, URC Sat Reskrim Polresta Mataram Sasar Titik Rawan Kriminalitas di Mataram
Jelang HUT Kemerdekaan, Polsek Ampenan Tertibkan Peredaran Miras, Puluhan Botol Tuak Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:52

Tertangkap Curi Rokok di Mataram, Pria Asal Dompu Ternyata DPO Curanmor di Maluk

Jumat, 4 September 2026 - 13:20

Penganiayaan! Sepasang Kekasih Asal Bima Berdamai Lewat Restorative Justice

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44

PN Mataram Tegaskan Putusan Inkracht, Eksekusi Lahan Seluas 27.370 Meter Persegi di Lembar Selatan Berjalan Lancar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:04

Periksa Orang tua Korban, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Anak di SDN 1 Peteluan Indah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:56

Kapolsek Lingsar Lepas 500 Warga di Jalan Sehat Semarak HUT RI Ke-81

Berita Terbaru