Masalah Stunting di Lombok Barat, Wabup UNA Minta Para Kepala Puskesmas Bertanggung Jawab Terkait Penurunan

Rabu, 22 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha melakukan Pertemuan Pengukuran dan Publikasi Data Stunting Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025 berlangsung di Aula Restauran Ujung Landasan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Rabu (22/10/2025). Foto (Ramli/gontb).

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha melakukan Pertemuan Pengukuran dan Publikasi Data Stunting Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025 berlangsung di Aula Restauran Ujung Landasan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Rabu (22/10/2025). Foto (Ramli/gontb).

Giri Menang, GONTB –  Masalah Stunting di Kabupaten Lombok Barat merupakan tanggung jawab bersama dan harapannya tahun 2026 dapat ditekan hingga 4 persen.

Pemerintah kabupaten Lombok Barat telah berupaya dengan menyediakan susu tambahan untuk bayi.

Untuk mendukung hal tersebut, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha melakukan Pertemuan Pengukuran dan Publikasi Data Stunting Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025 bersama Tim Penurunan penanggulangan Stunting, pertemuan berlangsung di Aula Restauran Ujung Landasan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Rabu (22/10/2025).

Baca Juga:  Diskusi Publik ADVOKAI: Aparat Penegak Hukum Harus Ubah Cara Pikir Hadapi KUHAP Baru

Pada pertemuan tersebut, Hj. Nurul Adha mengatakan untuk menurunkan tingkat Stunting dengan melakukan kolaborasi tingkat sektoral, dimana harus terjalinnya kordinasi dan komunikasi antara Dinas Kesehatan dan Organisasi Perangkat Daerah lainnya serta pihak lainnya.

Baca Juga:  IPR Tak Kunjung Keluar, Koalisi Pemuda NTB Ngadu ke Ombudsman

“Disini kita membutuhkan komunikasi dan kerjasama Dikes dan OPD serta pihak lainnya dengan meningkatkan rata-rata lama sekolah untuk mencegah pernikahan anak, dimana banyak kita temukan kasus pernikahan anak ini dilakukan oleh anak-anak yang putus sekolah yang disebabkan adanya banyak persoalan,” ujar Ummi Nurul Adha (UNA) sapaan Wabup.

Baca Juga:  40 Tahun Menanti, Sesaot Menuju Kepastian Pengelolaan Hutan

Wabup UNA juga mengingatkan kepada para Kepala Puskesmas (Kapus), dimana tugas perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah yakni, Dinas Kesehatan yang mempunyai ujung tombak pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai tugas yang besar dalam perannya sebagai penanganan kasus Stunting di wilayah kerjanya. ***

Penulis : Ramli Ahmad

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya
“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades
Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru
Daftar Hari Terakhir, Rusman Hadi Bawa Visi “RUKUN” Maju Pilkades Bukit Tinggi
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif
Pengelolaan Dana Desa Terbuka, Atasi Air Bersih Hingga Drainase Jadi Program Prioritas Muhammad Sa’i 
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan 350 Personel dan 50 Kendaraan Pengamanan
Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:56

PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:44

“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:22

Maju Lagi, H. Khotamallah Fokus Peningkatan Ekonomi Masyarakat Telagawaru

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:16

Daftar Hari Terakhir, Rusman Hadi Bawa Visi “RUKUN” Maju Pilkades Bukit Tinggi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:31

Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS Lobar Sebar Puluhan Gerobak dan Modal Usaha Produktif

Berita Terbaru