Giri Menang, GONTB – Masalah Stunting di Kabupaten Lombok Barat merupakan tanggung jawab bersama dan harapannya tahun 2026 dapat ditekan hingga 4 persen.
Pemerintah kabupaten Lombok Barat telah berupaya dengan menyediakan susu tambahan untuk bayi.
Untuk mendukung hal tersebut, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha melakukan Pertemuan Pengukuran dan Publikasi Data Stunting Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025 bersama Tim Penurunan penanggulangan Stunting, pertemuan berlangsung di Aula Restauran Ujung Landasan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Rabu (22/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada pertemuan tersebut, Hj. Nurul Adha mengatakan untuk menurunkan tingkat Stunting dengan melakukan kolaborasi tingkat sektoral, dimana harus terjalinnya kordinasi dan komunikasi antara Dinas Kesehatan dan Organisasi Perangkat Daerah lainnya serta pihak lainnya.
“Disini kita membutuhkan komunikasi dan kerjasama Dikes dan OPD serta pihak lainnya dengan meningkatkan rata-rata lama sekolah untuk mencegah pernikahan anak, dimana banyak kita temukan kasus pernikahan anak ini dilakukan oleh anak-anak yang putus sekolah yang disebabkan adanya banyak persoalan,” ujar Ummi Nurul Adha (UNA) sapaan Wabup.
Wabup UNA juga mengingatkan kepada para Kepala Puskesmas (Kapus), dimana tugas perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah yakni, Dinas Kesehatan yang mempunyai ujung tombak pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai tugas yang besar dalam perannya sebagai penanganan kasus Stunting di wilayah kerjanya. ***
Penulis : Ramli Ahmad
Editor : Lalu Sahid Wiadi
Sumber Berita: Liputan GONTB














