Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Jumat, 5 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat, GONTB – Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Pariwisata dan semua pihak yang terlibat yang telah berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI) sehingga tradisi Perang Topat kembali mendapatkan Penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Hal itu disampaikan Bupati pada Gelaran Budaya Perang Topat yang berlangsung di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kamis (04/12/2025).

Baca Juga:  55 Lukisan Kaligrafi di Pamerkan di Taman Budaya Mataram

Ditambahkannya dalam sambutannya, Bupati LAZ juga menegaskan bahwa Perang Topat merupakan tradisi leluhur yang sarat nilai toleransi dan harmoni antar keyakinan, khususnya antara umat Hindu dan Muslim.

Tradisi ini, menurutnya adalah warisan budaya yang menunjukkan bagaimana masyarakat Lombok menjunjung tinggi kerukunan sejak zaman dahulu.

“Perang Topat adalah satu-satunya ‘peperangan’ yang tidak menimbulkan korban fisik dan tidak ada pertumpahan darah. Yang ada hanyalah simbol-simbol penuh kedamaian,” ujar Bupati LAZ.

Baca Juga:  KSBN: Kuliner Bagian Pemersatu Bangsa
Foto: Bupati LAZ Buka Perang Topat

Dia juga menekankan bahwa pesan toleransi yang terkandung dalam Perang Topat, menjadi semakin relevan ditengah dinamika sosial saat ini, dimana nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati sering kali menghadapi tantangan.

Foto: Wisatawan Mancanegara Saksikan Perang Topat

Bupati LAZ berharap agar tradisi ini dikemas lebih besar dan lebih profesional dimasa mendatang. Dia juga mengusulkan keterlibatan tokoh lintas agama bahkan hingga tingkat nasional sebagai upaya menunjukkan bahwa Lombok Barat mampu menghadirkan tradisi budaya yang mencerminkan toleransi tingkat tinggi.

Baca Juga:  Minta Langsung Aksi Nyata! Usai Bupati Lombok Barat Kukuhkan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Lombok Barat Tahun 2025

Selain aspek budaya, Bupati LAZ menyoroti pentingnya menjadikan Perang Topat sebagai kegiatan yang berdampak ekonomi bagi masyarakat dan mampu memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), meningkatkan perputaran ekonomi serta berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). ***

Penulis : Ramli Ahmad

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok
Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang
Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional
Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan
Desa Kuripan Gelar Pertandingan Peresean Meriahkan HUT RI ke-80
KSBN: Kuliner Bagian Pemersatu Bangsa
Pemerhati Budaya Sasak Soroti Kontroversi Dancer Kecimol Terkesan Erotis
Senggigi Reborn, Masyarakat dan ASN Bersihkan Senggigi

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:24

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:05

Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:54

Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:07

Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:26

Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Berita Terbaru