Wisuda Institut Elkatarie, Gubernur NTB Tekankan diferensiasi dan Social Skill di Era AI

- Reporter

Senin, 29 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Institut Elkatarie Angkatan ke-II Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Madani, Mataram, Senin (29/12/2025).

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Institut Elkatarie Angkatan ke-II Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Madani, Mataram, Senin (29/12/2025).

Mataram, GONTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Institut Elkatarie Angkatan ke-II Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Madani, Mataram, Senin (29/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi atas kehadiran Institut Elkatarie yang dinilainya memiliki kekhasan dengan mengintegrasikan nilai budaya dan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi keilmuan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi pembeda penting bagi lulusan di tengah persaingan global.

“Perguruan tinggi harus memiliki diferensiasi. Lulusan yang keluar tanpa keunikan akan sulit mendapatkan tempat di masyarakat. Institut Elkatarie ini memiliki kekuatan karena mempertemukan ilmu agama dan budaya sebagai ilmu dasar,” ujarnya. 

Baca Juga:  Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kementerian Agama 2025 Segera Dibuka, Simak Syaratnya!

Gubernur menekankan bahwa lemahnya pembangunan keilmuan di Indonesia selama ini disebabkan oleh kurangnya penguatan ilmu dasar, seperti sosiologi, antropologi, dan sejarah. Padahal, ilmu-ilmu tersebut sangat penting dalam merumuskan kebijakan publik agar sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat. 

Dirinya mencontohkan bagaimana banyak kebijakan pembangunan gagal diterapkan karena minimnya kajian sosiologis dan antropologis. Oleh karena itu, ia mendorong Institut Elkatarie untuk terus mengembangkan kajian budaya dan bahkan membuka program studi berbasis ilmu dasar. 

“Kita miskin kajian sosiologi dan antropologi. Akibatnya, banyak kebijakan datang seperti ‘piring terbang’, tidak menyatu dengan realitas masyarakat,” tegasnya. 

Dalam menghadapi tantangan masa depan, Gubernur Iqbal juga mengingatkan para wisudawan tentang persaingan dunia kerja yang kini tidak hanya antar manusia, tetapi juga dengan artificial intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa keunggulan manusia yang tidak dapat digantikan oleh AI adalah kemampuan sosial (social skill). 

Baca Juga:  Hindari Risiko: PLN Imbau Masyarakat untuk Tidak Memperbaiki Listrik Mandiri dan Manfaatkan Aplikasi PLN Mobile

“Sehebat apa pun artificial intelligence, ia tidak akan pernah menjadi makhluk sosial. Maka perkuat kemampuan berinteraksi, berorganisasi, dan berkontribusi di masyarakat,” pesannya. 

Selain itu, Gubernur berpesan agar para lulusan tidak takut gagal. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian penting dari proses pendewasaan dan pembentukan karakter. 

“Gunakan masa muda untuk mencoba dan belajar dari kegagalan. Yang penting, jangan jatuh di lubang yang sama,” tambahnya. 

Sementara itu, Rektor Institut Elkatarie, Asbullah Muslim, S.Fil.I., M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan melahirkan insan cerdas, tetapi juga manusia yang berakhlak dan berbudaya.

Baca Juga:  Jepang Sekarang! Direktur BTLK: Makan Berlabel Halal Tidak Ada, Tetapi Ngak Susah Cari Makanan Halal

Ia menjelaskan bahwa transformasi akhlak dalam perspektif budaya menjadi ciri khas Institut Elkatarie, yang diwujudkan melalui integrasi kurikulum keislaman, kearifan lokal, dan praktik budaya dalam proses akademik. 

“Akhlak bukan sekadar perilaku personal, tetapi nilai yang hidup dan berkembang dalam budaya masyarakat. Di kampus ini, mahasiswa belajar menjadi manusia seutuhnya,” ungkapnya. 

Menurutnya, berbagai program seperti seminar sasakologi, ngaji budaya, dan kegiatan keislaman rutin menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan terintegrasi yang berkelanjutan. ***

Sumber Berita: Pemprov NTB

Berita Terkait

Kepala Kemenag Lombok Barat Tekankan Pentingnya Kembalikan Peran Utama Pondok Pesantren di Peringatan Hari Santri 2026
Kisruh Saling Pecat di Partai PPP NTB , Guru Besar Hukum: Lihat Sesuai Peraturan Organisasi
Langkah Kecil, Harapan Besar: Mahasiswa KKN Undikma Dukung Pencegahan Stunting di Labuan Tereng
Mahasiswa KKN Undikma Gelar Edukasi Anti-Bullying “Be a Buddy, Not a Bully” di SD IT Dusun Pelepok
Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran
Rangga Berharap Mohan Bawa NTB Tembus Lima Besar PON
PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya
“Teberiuk” untuk Montong Are, Heri Iskan Daftar Calon Kades

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:54

Kepala Kemenag Lombok Barat Tekankan Pentingnya Kembalikan Peran Utama Pondok Pesantren di Peringatan Hari Santri 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:54

Kisruh Saling Pecat di Partai PPP NTB , Guru Besar Hukum: Lihat Sesuai Peraturan Organisasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10

Langkah Kecil, Harapan Besar: Mahasiswa KKN Undikma Dukung Pencegahan Stunting di Labuan Tereng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:35

Mahasiswa KKN Undikma Gelar Edukasi Anti-Bullying “Be a Buddy, Not a Bully” di SD IT Dusun Pelepok

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:20

Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Berita Terbaru