Sumbawa, GONTB – Kecamatan Alas secara administratif masih merupakan bagian dari Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan perhatian pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Sebagai wilayah yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Sumbawa Barat, Kecamatan Alas dinilai sebagai salah satu daerah terluar yang sejak lama kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.
Sejumlah warga mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok, khususnya gas LPG 3 kilogram. Jika di daerah lain harga gas melon berkisar Rp19 ribu, di Kecamatan Alas justru melonjak hingga Rp50 ribu bahkan mencapai Rp60 ribu per tabung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami membeli gas jauh lebih mahal dibanding daerah lain. Ini sangat memberatkan masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Selain persoalan ekonomi, masyarakat juga menyoroti lemahnya penanganan keamanan, terutama terkait maraknya peredaran narkoba. Warga menilai penyebaran narkoba di wilayah tersebut semakin meluas tanpa adanya langkah pencegahan yang signifikan.
“Peredaran narkoba semakin bebas. Kami tidak melihat ada tindakan serius untuk mencegahnya,” keluh warga lainnya.
Kondisi tersebut memunculkan kesan di tengah masyarakat bahwa pemerintah kurang hadir dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kecamatan Alas.
Ironisnya, wilayah ini memiliki perwakilan di lembaga legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun, warga menilai aspirasi mereka belum diperjuangkan secara maksimal oleh para wakil rakyat tersebut.
Hingga saat ini, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun provinsi, terutama dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan peredaran narkoba di wilayah perbatasan tersebut. ***
Penulis : Ramli Ahmad
Editor : Lalu Sahid Wiadi
Sumber Berita: Liputan GONTB













