ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lombok Tengah, GO NTB – Suasana penuh khidmat dan syukur menyelimuti Pondok Pesantren Nurussalam di Desa Tanak Awu. Pimpinan Pondok Pesantren, Lalu Muzammil, secara resmi menyambut penyaluran bantuan perlengkapan pakaian dan alat ibadah dari lembaga kemanusiaan internasional, WEFA, yang difasilitasi oleh Human Initiative (HI) NTB.
Dalam sambutannya, Lalu Muzammil menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah memperhatikan kesejahteraan para santrinya. Ia mengungkapkan bahwa pihak pesantren selalu memanjatkan doa khusus bagi para penderma dan penyalur bantuan.
“Mudah-mudahan Allah yang membalas semua kebaikan atas perhatian kepada anak-anak kita di Yayasan Pondok Pesantren Nurussalam. Kami selalu mendoakan para donatur dan seluruh tim penyalur setiap malam Jumat agar ini semua menjadi amal jariyah,” ujar Lalu Muzammil penuh haru.
Penyaluran bantuan ini diserahkan langsung oleh Siswandi selaku pengurus Human Initiative NTB. Siswandi menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari saudara-saudara muslim di Jerman dan Turki yang tergabung dalam lembaga WEFA yang berkantor pusat di Jerman.
“Bantuan ini diamanahkan oleh WEFA melalui Human Initiative. Hubungan kita sudah terjalin cukup lama, di mana tim WEFA juga pernah berkunjung ke sini sekitar dua tahun lalu saat bulan Ramadan,” jelas Siswandi di hadapan para santri.
Adapun paket bantuan yang dibagikan meliputi mukena, baju gamis, dan jilbab untuk santriwati, serta baju koko, sarung, dan peci untuk santri laki-laki. Siswandi berharap bantuan ini dapat memotivasi para santri dalam menuntut ilmu dan beribadah.
Selain pemberian materi, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rencana pengembangan infrastruktur pesantren. Siswandi menyinggung soal usulan (proposal) pembangunan dapur untuk ustaz yang saat ini masih dalam proses teknis dan administrasi.
“Kami memohon doa dari para santri agar segala ikhtiar kita, termasuk rencana pembangunan infrastruktur yang sedang diproses, dapat segera terealisasi. Jika Allah mengizinkan, insya Allah bantuan-bantuan lainnya akan terus mengalir,” tambahnya sebelum memulai pembagian bantuan secara teknis kepada para santri.
Acara ditutup dengan raut wajah bahagia para santri saat menerima perlengkapan ibadah baru, yang menjadi simbol persaudaraan muslim lintas negara antara Jerman, Turki, dan Indonesia.













