Batulayar, GO NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi meluncurkan sistem tiket elektronik (e-ticketing) di Pelabuhan Senggigi. Langkah strategis ini diambil melalui penandatanganan kerja sama (MoU) antara pihak pengelola, PT Easybook, dan Bank NTB Syariah guna mendorong transparansi, meminimalkan kebocoran PAD, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis digital.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa peluncuran e-ticketing ini merupakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam merombak sistem pelayanan pelabuhan menjadi lebih modern dan akuntabel. Dengan sistem baru ini, seluruh transaksi pembayaran tiket otomatis terintegrasi secara online.
“Mulai hari ini, semua sudah online menggunakan sistem QR code. Tidak ada lagi transaksi tunai atau penggunaan tiket manual yang berpotensi bocor. Melalui sistem Easybook ini, begitu penumpang membayar, sistem di Bank NTB Syariah akan langsung memisahkan mana hak operator dan mana yang masuk ke rekening kas Pemda secara transparan,” ujar Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain digitalisasi, Bupati juga mengungkapkan rencana besar untuk mengintegrasikan kawasan Pelabuhan Senggigi dengan pusat perbelanjaan (mal) di masa depan melalui kerja sama dengan investor yang melirik eks Hotel Santosa.
Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pelayaran yang kian padat, Bupati memerintahkan pemindahan aktivitas jet ski dari area utama pelabuhan. “Kawasan ini harus steril agar kapal keluar masuk dari Bali tidak terganggu. Kenyamanan dan keselamatan wisatawan adalah prioritas utama,” tegasnya.
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Senggigi menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat masif. Dari yang awalnya hanya melayani dua trip dalam sehari, kini Pelabuhan Senggigi telah melayani 11 trip per hari menggunakan 8 armada kapal cepat (fast boat).
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi, menjelaskan bahwa memasuki musim liburan (peak season) pada bulan Juni, Juli, dan Agustus, jumlah pelayaran diprediksi akan terus meningkat.
Kondisi Eksis: 11 trip per hari (dilayani oleh 3 perusahaan dengan 8 armada kapal).
Rencana Peak Season: Ditambah 2 trip, sehingga total menjadi 13 trip per hari.
Kapasitas Maksimal Kapal: Mampu menampung hingga 450–499 penumpang per kapal.
“Dengan peningkatan jumlah armada ini, lonjakan penumpang yang turun di Senggigi meningkat hingga 10 kali lipat dibanding tahun lalu. Mayoritas merupakan wisatawan mancanegara,” ungkap M. Hendrayadi.
Berkat lonjakan ini, Dishub Lombok Barat mencatat realisasi pendapatan dari sektor pelabuhan telah mencapai hampir 90% (sekitar Rp600 juta lebih) dari target awal tahun sebesar Rp700.000.000, padahal baru berjalan setengah tahun.
Melihat potensi besar pasca-penerapan e-ticketing ini, Pemkab Lombok Barat optimistis untuk menaikkan target pendapatan pada APBD Perubahan mendatang menjadi Rp1,2 Miliar atau naik hampir dua kali lipat. Beriringan dengan itu, pembenahan fasilitas dermaga dan kantor pelabuhan akan terus digenjot pada semester kedua tahun ini demi kenyamanan para wisatawan.














