Bakal Jadi Landmark Baru dan Atasi Banjir, Lale Widiahning: Butuh 2 Miliar Bangun Kolam Retensi

- Reporter

Rabu, 24 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

 

Mataram, GO NTB – Atasi genangan air di jalan lingkar selatan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram rencana pembangunan kolam retensi di kawasan strategis samping kantor walikota. Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengungkapkan rencana tersebut sudah di siapkan untuk tahap awal sebanyak 400 juta.

 

Lale menjelaskan, lokasi kolam retensi ini akan dibangun di samping kantor wali kota baru dan kantor perpustakaan. Dengan luas tanah yang tersedia sekitar dua puluh are, konsep yang dibangun bukan hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir, tetapi juga akan menjadi daya tarik baru (landmark) bagi kota.

Baca Juga:  Stunting NTB 13,39% di Bawah Nasional, Gubernur NTB: Ini Kerja Bersama Kabupaten Kota

 

“Kita Rencanakan kapasitasnya itu sekitar 2.000 meter kubik jika kedalaman kolam mencapai satu meter,” jelas Lale Widiahning. Ia menekankan, meskipun fungsi utamanya adalah penampungan air, volume air di dalam kolam harus tetap terjaga untuk menjaga keelokan kawasan.

 

Untuk merealisasikan proyek ini, Lale menyatakan telah mengusulkan anggaran sebesar Rp400 juta untuk tahap awal tahun ini. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan total.

Baca Juga:  Koalisi Pemuda NTB Desak Percepatan IPR, Pemprov Janjikan Verifikasi dan Perda Pertambangan Rakyat

 

“Jika kita ingin membangun sesuai konsep secara keseluruhan, total anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp2 Miliar. Namun, yang terpenting adalah kita wujudkan dulu tahap awalnya,” kata Lale (24/6).

 

Tahap awal pembangunan difokuskan pada penguatan dinding dan pengurukan lokasi. Tujuannya agar ketika hujan deras turun dan terjadi genangan di kawasan tersebut, air dapat dialihkan ke kolam retensi ini terlebih dahulu.

 

Pembangunan ini dinilai krusial untuk menangani masalah banjir di Lingkar Selatan Mataram, terutama di daerah hulu dan kawasan perkantoran dekat Asrama Haji. Lale menjelaskan bahwa sistem pengalihan air dari saluran Mataram Kanan (Mataram kanan) akan dimaksimalkan menuju kolam ini.

Baca Juga:  Parkir di Kelola Dishub, Wabup UNA: Tidak Boleh Lagi Raja-Raja Kecil Kuasai Lahan Parkir

 

“Kita Targetkan air yang dari Mataram Kanan bisa masuk semua ke kolam retensi. Namun, untuk air yang melintasi Asrama Haji yang berasal dari Lombok Barat, itu memang tantangannya lebih besar, mudahmudahan (dengan dibangunnya kolam ini) bisa mengurangi dampak banjir di sana,” harapnya.

Berita Terkait

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Gapuk Canangkan DRPPA Bersama LAKPESDAM Lobar
Aksi Tarian Erotis di Ruang Publik Viral, Ponpes Darul Hikmah NWDI Desak LPA Mataram Bersikap
Sambut Hari Santri ke-12, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah NWDI Serukan Aksi Sosial dan Adaptasi AI
Kepala Kemenag Lombok Barat Tekankan Pentingnya Kembalikan Peran Utama Pondok Pesantren di Peringatan Hari Santri 2026
Kisruh Saling Pecat di Partai PPP NTB , Guru Besar Hukum: Lihat Sesuai Peraturan Organisasi
Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran
Rangga Berharap Mohan Bawa NTB Tembus Lima Besar PON
PLN UP3 Selaparang Siagakan SPKLU Fast Charging di MotoGP 2026, ini Lokasinya

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:35

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Desa Gapuk Canangkan DRPPA Bersama LAKPESDAM Lobar

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:26

Aksi Tarian Erotis di Ruang Publik Viral, Ponpes Darul Hikmah NWDI Desak LPA Mataram Bersikap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:07

Sambut Hari Santri ke-12, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah NWDI Serukan Aksi Sosial dan Adaptasi AI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:54

Kisruh Saling Pecat di Partai PPP NTB , Guru Besar Hukum: Lihat Sesuai Peraturan Organisasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:20

Saiful Anshori Usung Program “Satu Data Warga” Bantu Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Berita Terbaru