Istri Brigadir Esco ditahan, BPW PAI NTB Apresiasi Polisi: Bukti dan Ahli Tegaskan Ada Unsur Pembunuhan

Ramli Ahmad, S.Pd

- Reporter

Sabtu, 20 September 2025 - 18:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

Lombok Barat, GONTB – Badan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Advocaten Indonesia (BPW PAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bertindak sebagai kuasa hukum keluarga almarhum Brigadir Esco Faska Rely, resmi menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari pihak kepolisian.

SP2HP tersebut diterima langsung oleh M. Syarifudin, SH., MH., pada Sabtu (20/9/2025).

Menurut Syarifudin, surat itu diserahkan oleh Polres Lombok Barat sebagai bentuk transparansi perkembangan kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Esco.

“Kami baru saja menerima SP2HP dari Polres Lombok Barat. Di dalamnya dijelaskan secara rinci bahwa penyidik telah melakukan serangkaian penyidikan, mulai dari memeriksa 55 orang saksi hingga melakukan gelar perkara khusus di Ditreskrimum Polda NTB,” ungkap Syarifudin.

Dari hasil gelar perkara tersebut, lanjut Syarif, status Rizka Sintiani yang sebelumnya berstatus saksi kini resmi ditingkatkan menjadi tersangka.

“Dan setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rizka Sintiani langsung dilakukan penahanan di Polda NTB,” tegasnya.

Syarifudin yang akrab disapa Syarif itu menyampaikan apresiasi atas kerja keras aparat kepolisian, khususnya Polres Lombok Barat, yang dinilai telah menunjukkan komitmen serius dalam mengungkap kasus yang menyita perhatian publik ini.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyidik Polres Lombok Barat yang tidak mengenal lelah dalam mengusut kasus ini,” ucapnya.

Lebih jauh, Syarif menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyidikan, Rizka Sintiani terbukti melakukan tindak pidana dengan menghilangkan nyawa suaminya sendiri.

“Hal itu dikuatkan dengan bukti-bukti yang dikantongi penyidik serta keterangan para ahli,” jelasnya.

Meski begitu, Syarif menilai bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada penetapan satu tersangka saja.

Ia menduga ada pihak lain yang turut serta dalam peristiwa tragis tersebut.

“Tidak mungkin Rizka melakukan ini seorang diri. Pasti ada pihak lain yang membantu, dan kami mendorong aparat kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas,” ujarnya tegas.

Ia juga meminta agar kepolisian segera melakukan rekonstruksi perkara serta mempercepat pelengkapan berkas agar dapat segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami ingin proses hukum ini cepat selesai dan bisa segera di sidangkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Syarif juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, termasuk para netizen, yang dinilainya turut berperan besar dalam mengawal kasus ini hingga akhirnya menemukan titik terang.

“Saya kira tanpa dukungan masyarakat luas dan tekanan publik melalui media sosial, kasus ini tidak akan terungkap secepat ini,” pungkasnya.

Kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely sendiri sebelumnya menimbulkan tanda tanya besar.

Sang brigadir ditemukan tewas mengenaskan di belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang, Lombok Barat 24 Agustus 2025 lalu.

Kini, dengan penetapan Rizka Sintiani sebagai tersangka, publik menantikan kelanjutan proses hukum hingga ke meja hijau. ***

Baca Juga:  Sabu Hampir 6 Gram, Polisi Tangkap 4 Terduga Pengedar Narkoba di Kelurahan Pejarakan

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram
Aduan 110, Polsek Sandubaya Tangani Kasus Dugaan Pencurian di Hotel
Patroli Sat Samapta Polresta Mataram Sasar Permukiman Dasan Agung, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Deteksi Dini Penyakit Menular, Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Konseling dan Tes HIV/IMS di Rumah Kos
Dugaan Korupsi Dana Darah PMI Lobar, Kejari Mataram Panggil Lima Pengurus
Operasi Gabungan Malam Hari, Polresta Mataram Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin
Dana Siluman DPRD NTB: 13 Anggota Dewan yang Tidak Mengembalikan Belum Tersentuh
Polisi amankan Warga Labuapi diduga Gelapkan BPKB Mobil Rp90 Juta
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:52 WITA

Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WITA

Aduan 110, Polsek Sandubaya Tangani Kasus Dugaan Pencurian di Hotel

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:59 WITA

Patroli Sat Samapta Polresta Mataram Sasar Permukiman Dasan Agung, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:58 WITA

Deteksi Dini Penyakit Menular, Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Konseling dan Tes HIV/IMS di Rumah Kos

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:08 WITA

Dugaan Korupsi Dana Darah PMI Lobar, Kejari Mataram Panggil Lima Pengurus

Berita Terbaru