Mataram, GONTB – Ratusan massa aksi turun ke jalan di Kota Mataram, Kamis (11/9/2025), untuk mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), agar mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely. Aksi ini berlangsung di tengah pengawalan ketat aparat keamanan.
Dalam orasi yang disampaikan, massa menilai penanganan kasus oleh jajaran kepolisian masih lamban dan belum menunjukkan progres yang berarti. Mereka menuntut agar Kapolda NTB segera menarik berkas perkara dari Polres Lombok Barat ke tingkat Polda.
“Kami menuntut Kapolda segera menarik berkas kasus ini ke Polda NTB. Jangan ada lagi keterlambatan. Kasus ini harus ditangani secara serius di tingkat Polda,” tegas salah seorang orator di hadapan peserta demo.
Selain percepatan penanganan perkara, massa juga mendesak agar pihak kepolisian segera menetapkan dan menahan pelaku yang diduga terlibat. Mereka menilai penundaan penahanan hanya akan menimbulkan kecurigaan publik terhadap proses hukum.
“Segera lakukan penahanan terhadap tersangka. Jangan menunda-nunda, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar seorang pendemo.
Tuntutan lain yang mengemuka adalah percepatan gelar perkara agar status hukum tersangka segera jelas. Massa juga meminta agar kepolisian bertindak terhadap semua pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk mereka yang mengetahui kejadian tetapi tidak melaporkannya.
“Kami mendesak penegak hukum segera menangkap siapapun yang terlibat dalam aksi pembunuhan ini. Semua harus diproses hukum,” serunya.
Tak hanya menyoroti substansi perkara, massa juga menuntut akuntabilitas institusi kepolisian. Mereka mendesak Kapolda NTB melakukan evaluasi terhadap jajaran Polres Lombok Barat yang dianggap lalai menangani kasus.
“Kami menuntut Kapolda segera mencopot Kapolres, Wakapolres, Kasatreskrim, dan Kasat Intel Polres Lombok Barat. Mereka harus bertanggung jawab karena kasus ini tidak ditangani dengan maksimal,” teriak massa aksi.
Sejumlah peserta aksi juga menyuarakan agar pelaku nantinya dijatuhi hukuman maksimal, bahkan hukuman mati, sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.
Aksi berjalan relatif tertib dengan penjagaan polisi di sekitar lokasi. Perwakilan massa menegaskan mereka akan terus mengawal proses hukum hingga ada kejelasan dan kepastian hukum terkait kasus kematian Brigadir Esco. ***
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














