Kasus Pemerkosaan Anak di Kuripan Belum Ada Titik Terang, Keluarga Desak Polres Lobar Segera Bertindak

- Reporter

Rabu, 8 Oktober 2025 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat saat meminta keterangan dari terduga pelaku kasus pemerkosaan anak di bawah umur di ruang pemeriksaan.

Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat saat meminta keterangan dari terduga pelaku kasus pemerkosaan anak di bawah umur di ruang pemeriksaan.

Lombok Barat, GONTB — Dugaan kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Kuripan Induk beberapa waktu lalu, hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan berarti. Proses penyelidikan disebut belum mengarah pada penetapan tersangka.

Salah satu keluarga korban berinisial FW meminta agar kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Polres Lombok Barat.

Baca Juga:  Polres Lombok Barat Musnahkan BB Narkotika dan miras dari 23 Kasus

“Kami dari pihak keluarga meminta aparat penegak hukum Polres Lombok Barat untuk segera melakukan penyelidikan dan menetapkan tersangka terhadap kasus ini,” ungkap FW saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa pemerkosaan yang berujung pada kehamilan tersebut telah dilaporkan keluarga korban ke Polres Lombok Barat pada 18 Agustus 2025. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lanjutan terkait perkembangan penyelidikan.

Baca Juga:  Penemuan Mayat Gegerkan Masyarakat Desa Bagik Polak Lombok Barat

Berdasarkan informasi yang diterima, terduga pelaku berinisial R sempat mengamankan diri ke Polres Lombok Barat. Namun, dengan pertimbangan keamanan serta hasil kesepakatan bersama antara aparat dan sejumlah tokoh masyarakat yang difasilitasi oleh Kepala Desa Kuripan pada 3 September 2025, terduga diperbolehkan kembali ke rumah.

Baca Juga:  KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Shelter Tsunami NTB, Kerugian Negara Capai 19 Miliar Rupiah

Hingga berita ini dimuat, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat, akan dilakukan pemanggilan hari ini terhadap terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. ***

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram
Aduan 110, Polsek Sandubaya Tangani Kasus Dugaan Pencurian di Hotel
Patroli Sat Samapta Polresta Mataram Sasar Permukiman Dasan Agung, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Deteksi Dini Penyakit Menular, Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Konseling dan Tes HIV/IMS di Rumah Kos
Dugaan Korupsi Dana Darah PMI Lobar, Kejari Mataram Panggil Lima Pengurus
Operasi Gabungan Malam Hari, Polresta Mataram Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin
Dana Siluman DPRD NTB: 13 Anggota Dewan yang Tidak Mengembalikan Belum Tersentuh
Polisi amankan Warga Labuapi diduga Gelapkan BPKB Mobil Rp90 Juta
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:52 WITA

Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Sidang Kasus Brigadir Esco di PN Mataram

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WITA

Aduan 110, Polsek Sandubaya Tangani Kasus Dugaan Pencurian di Hotel

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:59 WITA

Patroli Sat Samapta Polresta Mataram Sasar Permukiman Dasan Agung, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:58 WITA

Deteksi Dini Penyakit Menular, Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Konseling dan Tes HIV/IMS di Rumah Kos

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:08 WITA

Dugaan Korupsi Dana Darah PMI Lobar, Kejari Mataram Panggil Lima Pengurus

Berita Terbaru