Sidang Perdana WNA Asal Kanada, Bantah Lakukan Kekerasan KDRT

- Reporter

Jumat, 11 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Kegiatan Sosial Kemanusiaan
+ Donasi

Mataram, GONTB – Warga Negara Asing (WNA) asal Kanada, Frederic Raby alias Fredy menghadapi sidang perdana atas kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dengan agenda Pembacaan Dakwaan, nomor perkara: 384/Pid.sus/2025/PN. Mtr, Kamis (10/07/2025).

Fredy didampingi Penasehat Hukumnya, M Syarifuddin, SH., MH., sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ni Luh Putu Mirah Torisia Dewi, SH. Sidang tersebut dipimpin Hakim Ketua, Isrin Surya Kurniasih, SH., MH., dan berlangsung di ruang Cakra PN Mataram.

Sidang ini bersamaan sidang istrinya Emma Sri Rahayu, yang juga didakwa dengan dakwaan yang sama. Fredy dan Emma merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah memiliki seorang anak. Pasutri ini pun tinggal di Gili Air, Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara (Lotara).

Keduanya saling lapor atas kasus yang sama. Dan sidang perdana ini, bertepatan dengan sidang Emma yang juga statusnya sebagai terdakwa atas laporan Freddy.

Dalam sidang ini, Fredy didakwa JPU telah melakukan perbuatan kekerasan fisik ruang lingkup rumah tangga berupa ‘saling pukul’ dengan Istrinya. Berdasarkan Visum Et Repertum UPT BLUD Puskesmas Gangga, Emma mengalami luka lecet.

Ditemui usai sidang, M Syarifuddin, SH., MH., selaku penasehat hukum Fredy membantah seluruh dakwaan jaksa terhadap kliennya. Sebab, isi dakwaan yang dibacakan banyak yang janggal dan tidak relevan dengan fakta yang ada.

“Kami menilai dakwaan terhadap klien sangat janggal,” tegasnya.

Dalam dakwaan tersebut, lanjut Syarifuddin, disebutkan bahwa Emma tersudutkan dan mengalami luka-luka akibat saling pukul. Dakwaan ini menurutnya bertolak belakang dengan keterangan sejumlah saksi serta bukti yang salah satunya berupa rekaman video.

Yang di mana, tindakan kekerasan lebih banyak dilakukan Emma dan tidak hanya sekali, akan tapi sering kali terjadi. Bahkan sampai saat ini, kliennya tidak diperkenankan untuk bertemu dengan anaknya.

Pihaknya juga memegang sejumlah bukti yang menguatkan tindakan kekerasan Emma, yakni berupa indikasi adanya gangguan kepribadian.

Baca Juga:  Polsek Mataram Sigap Evakuasi ODGJ Mengamuk di Punia, Istri dan Anak Diselamatkan

“Kami sudah mempelajari video kekerasan dan yang mengalami banyak luka-luka hingga tulang rusuk patah itu klien kami. Sehingga Freddy sebenarnya adalah korban,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa pada agenda sidang pekan depan, pihaknya siap melakukan pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi yang menyaksikan langsung perbuatan Emma.

Baca Juga:  Dua Pria di Mataram Ditangkap, Shabu 5,35 Gram Diamankan

“Tentunya kami akan memberikan upaya maksimal untuk membuktikan bahwa sebenarnya Freddy adalah korban KDRT,” Tegasnya.

Pada tempat yang sama, Frederic Raby alias Fredy berharap, proses tahapan sidang dapat berjalan secara adil dan transparan.

Baca Juga:  Motor Hilang, Diparkir di Gang, Ditinggal Tidur

Freddy juga menegaskan kesiapannya membuktikan bahwa tuduhan Emma selama ini hanyalah Playing Victim dengan tujuan untuk menyembunyikan perbuatannya.

“Saya bisa buktikan bahwa tuduhannya hanyalah playing Victim, dan tindakan (kekerasanya,red) kepada saya sudah lama, tidak hanya satu kali,” tandasnya. ***

Berita Terkait

Rampas Kunci Motor Korban, Terduga Pelaku Curanmor di Pagutan Dibekuk Polisi
Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif, Polresta Mataram Intensifkan Patroli Bersepeda
Kapolda NTB Imbau Orang Tua Awasi Anak Usai Kasus Penganiayaan di Udayana, Masyarakat Diminta Manfaatkan Layanan 110
Haris Maulana Minta Publik Objektif Sikapi Isu Kekerasan Gengster di Kota Mataram
Diduga Pelaku Curanmor, Pria Asal Lombok Timur Ditangkap URC Polresta Mataram
Tertangkap Curi Rokok di Mataram, Pria Asal Dompu Ternyata DPO Curanmor di Maluk
Penganiayaan! Sepasang Kekasih Asal Bima Berdamai Lewat Restorative Justice
PN Mataram Tegaskan Putusan Inkracht, Eksekusi Lahan Seluas 27.370 Meter Persegi di Lembar Selatan Berjalan Lancar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:41

Rampas Kunci Motor Korban, Terduga Pelaku Curanmor di Pagutan Dibekuk Polisi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:37

Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif, Polresta Mataram Intensifkan Patroli Bersepeda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39

Kapolda NTB Imbau Orang Tua Awasi Anak Usai Kasus Penganiayaan di Udayana, Masyarakat Diminta Manfaatkan Layanan 110

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:36

Haris Maulana Minta Publik Objektif Sikapi Isu Kekerasan Gengster di Kota Mataram

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:07

Diduga Pelaku Curanmor, Pria Asal Lombok Timur Ditangkap URC Polresta Mataram

Berita Terbaru

Go Religi

Jangan Lewatkan! Inilah 5 Keutamaan Sedekah Jumat

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:26

Go Teknologi

Manfaat Belajar Komputer

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:40

Go Teknologi

Belajar Komputer Untuk Pemula: Cara Dasar dan Manfaat

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:40